Gelar Operasi Pasar, 500 Ribu Ton Beras Disiapkan

Penulis -

Rabu, 25 September 2019 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Perum Bulog menggelar Operasi Pasar (OP) dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga (KPSH) pangan terutama beras dengan menyiapkan 500.000 ton beras untuk disebar keseluruh Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, untuk operasi pasar pihaknya sudah siapkan 500.000 ton sampai bulan Desember, tapi ini di luar (program) BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), untuk BPNT sudah disiapkan 700.000 ton

“Operasi pasar dilakukan di daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga beras. Bagi daerah yang mengalami masa panen, tidak akan dilakukan operasi pasar,” ungkap Buwas dikutip, Rabu (25/9).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Perum Bulog telah menargetkan rata-rata penyaluran 15 ribu ton per hari dalam kurun waktu Agustus-September tahun ini. Khusus di wilayah DKI Jakarta, jumlah yang disalurkan mencapai 2 ribu ton per hari.

“Kita siapkan per hari untuk seluruh Indonesia 15 ribu ton. Kalau di Jakarta 2 ribu ton. Untuk operasi pasar kita persiapkan 500 ribu ton untuk seluruh Indonesia. Ini sampai Desember. Kalau per hari kita rata-rata bisa 15 ribu (ton), kan belum apa-apa,” tutur dia.

Berdasarkan data milik Perum Bulog, penyaluran operasi pasar hingga 23 September 2019 telah mencapai sebesar 333.475 kg, dengan rata-rata realisasi per hari 1.126 ton. Khusus DKI, realisasi kegiatan KPSH per 23 September 2019 mencapai 42.026 ton, dengan rata-rata realisasi per hari 2.159 ton.

Dari hasil pantauan harga beras IR-64 III di PIBC di tingkat grosir sebesar Rp.9.025/kg, sedangkan pantuan PIHPS untuk harga beras medium II di tingkat eceran sebesar Rp.11.550/Kg,. Hasil pencatatan harga oleh BPS menunjukkan bahwa harga beras secara umum di tingkat konsumen mulai mengalami trend kenaikan walaupun tidak signifikan.

Namun memperhatikan pola pergerakan harga beras tahunan menunjukkan trend kenaikan harga beras sampai akhir tahun, hal ini yang harus diantisipasi dari sekarang melalui kegiatan KPSH yang massive, sehingga kenaikan harga menuju akhir tahun dapat dikendalikan sedari dini.

Lebih lanjut, Buwas mengarahkan agar seluruh pegawainya, baik yang ada di pusat maupun daerah, untuk terjun langsung dalam gelaran operasi pasar KPSH kali ini.

“Sekarang kita bangun komitmen ini dengan semua pegawai Bulog turun ke lapangan, di seluruh Indonesia. Jadi untuk melihat sendiri. Kita tidak hanya di belakang meja, terus tahu laporannya, tapi semua turun,” tegasnya.

Buwas menambahkan, untuk Jakarta, Operasi pasar akan dilakukan mulai 24 hingga 26 September 2019 ini diadakan di 20 pasar yang tersebar di DKI Jakarta. Adapun beras yang akan digelontorkan yakni sebanyak 2.000 ton per hari.

Sementara untuk daerah yang tidak mengalami kenaikan, kita tidak lakukan operasi pasar seperti di Lampung dan Sulawesi,” ucapnya.

Kemarin, Bulog mulai melakukan operasi pasar dengan mengerahkan 20 unit truk ke 20 pasar di DKI Jakarta. Tiap truk membawa sejumlah komoditi pokok seperti beras medium ukuran 50 kg (4 ton) dan ukuran 5 kg (1 ton), beras premium 10 kantong ukuran 5 kg, gula 240 kg, dan minyak goreng 1 liter (240 poch).

Buwas berharap, masyarakat bisa menyerap beras Bulog 2.000 ton per hari dengan harga jual Rp9 ribu per kg untuk beras medium dan Rp11-12 ribu untuk beras premium. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB