Pemerintah Kembangkan Pasar Lelang Cabai di 20 Kabupaten, Ini Alasannya

Penulis -

Rabu, 26 Juni 2019 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Guna mengantisipasi gejolak harga dan untuk mendapatkan harga tinggi, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah mengembangkan pasar lelang cabai di 20 kabupaten.

Dari 20 kabupaten tersebut, yang sudah berjalan sudah ada di 13 kabupaten, diantaranya di Sleman, Kulon Progo, Temanggung, Magelang, Karanganyar dan Tuban.

Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Suwandi mengatakan, pasar lelang ini digelar tiap sore. Manfaat pasar lelang (cabai, red) cukup banyak. Diantaranya membantu petani mendapatkan harga yang tertinggi.

“Selain itu, pasar lelang ini juga membantu menjaga pasokan dan harga di tingkat petani,” ujar Suwandi, dilansir Rabu (26/6).

Menurut Suwandi, petani yang ikut pasar lelang bisa mendapatkan kepastian harga pada sore itu juga. Sebab, tiap sore hasil panennya bisa dibawa ke pasar lelang yang sudah disepakati bersama antar pembeli dan petani.

“Nantinya penawar tertinggi yang diterima dalam lelang tersebut. Petani juga bisa memanfaatkan WhatsApp (WA) untuk mendapatkan informasi berapa harga tertinggi cabai sore itu,” jelas Suwandi.

Suwandi mengatakan, pasar lelang yang sudah dikembangkan di 13 kabupaten tersebut rata-rata sudah berjalan dengan baik.

Seperti di Magelang dan Sleman, fasilitas tempat untuk lelangnya sudah bagus. Bahkan, di dua tempat itu petani bisa menggunakan WA untuk mendapatkan harga tertinggi.

“Jadi, kalau semua petani sudah mengikuti pasar lelang, mereka akan mendapatkan harga paling tinggi. Contohnya, petani di 17 kecamatan di Sleman bisa mendapatkan harga yang sama. Setelah itu, cabai yang dilelang baru dikirim ke daerah lain, seperti Pasar Induk Kramat Jati dan sejumlah daerah di luar Jawa,” papar Suwandi.

Menurut Suwandi, pasar lelang yang dikembangkan Kementan bisa memangkas rantai pasok, dari 8 titik menjadi tiga titik.

Sehingga, petani tak hanya mendapatkan harga tinggi (tertinggi). “Karena itu tak ada gejolak harga di tingkat petani. Nah, petani bisa mengembangkan pasar lelang melalui koperasi atau wadah apapun namannya, yang penting sudah ada kesepakatan antara mereka dengan pelaku usaha,” jelas Suwandi.

Suwandi juga mengungkapkan, sistem pasar lelang ini mirip lelang ikan di Pelabuhan Perikanan Indonesia. Karena itu, sejumlah komoditas horti seperti sayuran penjualannya bisa dikembangkan melalui sistem ini.

“Barangnya nantinya bisa dikumpulkan di satu tempat, kemudian ada sortasi dan ditimbang. Kemudian ada biaya administrasi antara Rp 200-Rp 300/kg, untuk bayar listrik dan sebagainya. Melalui sistem ini harga di tingkat petani dijamin tak akan jatuh,” pungkas Suwandi. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB