Triwulan I-2019, Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,07 Persen

Penulis -

Senin, 6 Mei 2019 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Dibandingkan dengan triwulan I-2018 (y-on-y), perekonomian Indonesia pada triwulan I-2019 tumbuh 5,07 persen.

“Pertumbuhan didukung semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Jasa Perusahaan sebesar 10,36 persen; diikuti Jasa Lainnya sebesar 9,99 persen; Informasi dan Komunikasi sebesar 9,03 persen; dan Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 8,95 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam keterangan pers di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (6/5) .

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2019 (y-on-y), menurut Kepala BPS itu, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 0,83 persen; diikuti Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 0,70 persen; Konstruksi sebesar 0,59 persen; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 0,47 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia dari lapangan usaha lainnya sebesar 2,48 persen.

Suhariyanto memaparkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2019 terhadap triwulan IV-2018 (q-to-q) diwarnai faktor musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh ekspansif sebesar 14,10 persen.

Pertumbuhan positif juga terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 3,33 persen; Informasi dan Komunikasi sebesar 2,77 persen; Real Estat sebesar 2,52 persen; Jasa Perusahaan sebesar 2,44 persen; dan beberapa lapangan usaha lainnya. Namun, pertumbuhan lapangan usaha tersebut di atas tidak cukup menahan terjadinya kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2019 sebesar 0,52 persen.

“Hal ini disebabkan oleh kontraksi pertumbuhan pada beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar seperti: Konstruksi; Pertambangan dan Penggalian; Transportasi dan Pergudangan; dan Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib,” jelas Suhariyanto.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2019 terhadap triwulan I-2018 (y-on-y) terjadi pada hampir semua komponen. Pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 16,93 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 5,21 persen; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,03 persen.

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2019 (y-on-y), lanjut Kepala BPS, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Komponen  Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga  (PK-RT) sebesar 2,75 persen, diikuti Komponen PMTB sebesar 1,65 persen. Sementara sumber pertumbuhan ekonomi dari komponen lainnya sebesar 0,67 persen.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, ekonomi Indonesia triwulan I-2019 terhadap triwulan IV-2018 (q-to-q) terkontraksi sebesar 0,52 persen. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan negatif yang terjadi hampir di seluruh komponen PDB pengeluaran, kecuali Komponen PK-LNPRT dan Komponen PK-RT yang tumbuh masing-masing sebesar 6,58 persen dan 0,04  persen

Ia menyebutkan, struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan I-2019 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 59,03 persen; kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,36 persen, Pulau Kalimantan 8,26 persen; dan Pulau Sulawesi 6,14 persen; serta sisanya 5,21 persen disumbangkan pulau-pulau lainnya yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua masing-masing sebesar 3,02 persen dan 2,19 persen. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB