Penggunaan Lilin Sebagai Pelapis Pangan, Ini Syaratnya

Penulis -

Minggu, 9 Desember 2018 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Sebagian  besar masyarakat masih ragu untuk mengonsumsi pangan olahan/pangan segar yang dilapisi dengan lilin/wax. Apabila digunakan sesuai dengan persyaratan, lilin sebetulnya aman digunakan sebagai pelapis.

Lilin diatur penggunaaannya sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) Pelapis berdasarkan Peraturan Kepala BPOM No.12 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pelapis.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Persyaratan keamanan dan mutu pangan (food grade) lilin sebagai BTP Pelapis antara lain:

1. Cemaran logam berat tidak lebih dari 20 mg/kg.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

2. Logam 10 mg/kg.

3. Lain-lain yang sesuai dengan Kodeks Makanan Indonesia (KMI) dan JECFA Monograph

Selain itu, ada empat jenis lilin yang diizinkan untuk digunakan dalam pangan yaitu Malam (Beeswax), Lilin Kandelila (Cabdelilla Wax), Lilin Karnauba (Carnauba Wax), dan Lilin Mikrokristalin (Microcrystalline Wax).

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Pelapis (Glazing agent) adalah bahan tambahan pangan untuk melapisi permukaan pangan sehingga memberikan efek perlindungan dan atau penampilan mengkilap. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB