Indang Tuo, Bukti Sejarah Masuknya Islam Ke Ranah Minang

Penulis -

Rabu, 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar  — Indang Tuo merupakan kesenian unik yang biasanya berkembang pesat di Piaman. Namun tidak pada kenyataannya, kesenian ini rupanya juga ada di Kanagarian Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar.

Kesenian Indang Tuo Jorong Balai Belo ini sudah ada sejak 1958. Meski sempat redup, 2006 kembali bangkit saat perhatian Wali Nagari dan perangkannya meningkat. Sehingga eksistensi seni budaya Islam tersebut bersinar seiring prestasi membanggakan tercapai dari tingkat Daerah hingga Nasional.

Ketua Sanggar Indang Tuo Balai Belo, Raismi Sutan Rajo Budi menyebutkan Sejarah Indang berawal Rasulullah membuat permainan untuk 11 orang anak Bujaha atau Sudaki. Mereka anak-anak zalim yang dirangkul sehingga menjadi alim dan ulama besar.

“Mereka diberikan semacam permainan Ripa’i atau Rebana sebagai media untuk menarik secara berlahan, sehingga mau mengikuti ajaran Islam,” kata Raismi.

Al hasil, kesebelas anak Yuzalim tersebut tumbuh besar menjadi ulama besar menyiarkan Agama Islam ke penjuru dunia. Beberapa orang diantaranya, berhasil sampai ke Aceh dan memainkan kesenian tersebut untuk menjadi penarik masyarakat ikut dalam ajaran Islam.

“Perkembangan Islam di Aceh cukup pesat melalui Kesenian Indang tersebut. Hingga Akhirnya sampai pula di Pariaman melalui Syekh Burhanuddin atau Abdulrahman,” tuturnya.

Sedangkan bisa sampai ke Koto Kaciak ini lanjutnya, melalui beberapa tokoh yang belajar ke Pariaman. Seperti Raba’in Sutan Parpatiah, Limun Sutan Majo Kayo, Saripudin dan Sutan Pamenan. Saat itu sekitar tahun 1958.

“Awalnya kesenian ini dibawa beberapa Ulama bertarikat syatariah. Karena banyak yang belum paham, akhirnya beberapa orang di Koto Kaciak ini memutuskan mempelajari kesenian tersebut secara serius ke Pariaman. Mereka pun mahir dilestarikan ke sini,” ungkap Ketua Indang Tuo Balai Belo tersebut.

Dalam Indang, memiliki lantunan sejarah Nabi Muhammad SAW beserta keturunannya. Mengkisahkan perjalanan perkembangan Islam di masa lalu.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Kaciak, Syaiful Endri menyebutkan kesenian Indang Tuo menjadi pusat perhatian semua tokoh akademisi, seniman dan masyarakat Sumbar, khususnya di Koto Kaciak. Selain Unik dan khas, kesenian tersebut dimainkan para kaum Bapak dengan sangat baik.

“Selain pernah tampil di Taman Budaya Padang dan luar negeri, Indang Tuo Balai Belo ini juga memiliki segudang prestasi. Penghargaan terakhir saat tampil di Festival Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Alhamdulillah, hadiah yang didapatkan, lumayan menunjang semangat pelestarinya,” Pungkas Syaiful Endri. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB