Tradisi Marosok, Cara Jual Beli Sapi Pedagang Minang

Penulis -

Kamis, 9 Agustus 2018 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Masyarakat Sumatera Barat memiliki tradisi unik dalam jual beli ternak, yakni tradisi marosok. Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, dan terus dilestarikan, baik oleh pedagang maupun pembeli sapi.

Tradisi marosok biasa digelar di pasar ternak di sejumlah kawasan di Sumatera Barat. Berbeda dengan transaksi jual beli pada umumnya, transaksi marosok dilakukan berdua antara penjual dan pembeli dengan menggunakan bahasa isyarat. Pedagang dan pembeli saling berjabat tangan, dan memainkan jari tangan mereka untuk bertransaksi nominal harga.

Uniknya, permainan jari ini tertutup bagi orang lain, Karena si penjual dan pembeli menutupi tangan mereka dengan sarung, baju, atau handuk. Tujuan dari sikap ini adalah agar orang lain tak mengetahui proses transaksi tersebut, Sehingga harga ternak yang dijual oleh pedagang hanya diketahui oleh si pembeli.

Jika transaksi berhasil, setiap tangan saling melepaskan. Sebaliknya, jika harga belum cocok, tangan tetap menggenggam erat tangan yang lain seraya menawarkan harga baru yang bisa disepakati.

Mwnurut Azwar salah seorang pedagang sapi di pasar ternak Batusangkar, setiap jari melambangkan angka puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah.

“Marosok hanya untuk menjaga kerahasiaan harga sapi dari pedagang lainnya. Selain itu, marosok juga untuk menghargai harga jual sapi,” ucap Azwar. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB