Agam, Prokabar.com – Pemandangan hijau perbukitan Selingkar Danau Maninjau hilang akibat kabut asap. Hamparan penampakan kembali memutih pekat, tidak menyisakan hijaunya perbukitan pada Selasa Pagi, (13/10).
Pemulihan Pasca Bencana Banjir Bandang yang melanda wilayah Kabupaten Agam ini belum pulih secara utuh, bencana kabut asap menambah penderitaan panjang masyarakat terdampak. Sungguh ironi negeri kaya degan surga kekayaan alam ini.
Junaidi, salah seorang warga mengatakan, trauma bencana banjir bandang yang masih belum hilang dalam ingatan, kini kabut asap pula yang kembali menghantui masyarakat. Aktifitas terganggu, akibat jarak pandang dan kadar oksigen sebagai kebutuhan utama nafasnya manusia semakin menipis.
Banyak pelajar yang mulai sakit demam dan mengalami Ispa, akibat buruknya kondisi udara dan cuaca saat ini. Kondisi ini jelas mengganggu aktifitas pembelajaran siswa menuntut ilmu.
Vinna, seorang guru di salah satu sekolah menengah atas di Maninjau membenarkan kondisi tersebut. Kabut asap sangat mengganggu aktifitas pembelajaran generasi penerus. Banyak anak-anak mengalami ijin sakit, akibat cuaca ekstrim dan kabut asap.
“Kami berharap, kondisi bencana kabut asap dapat cepat teratasi. Khusus Selasa pagi, 13 Oktober 2026 ini kondisi kabut asap terbilang parang ketimbang beberapa minggu belakangan ini.” Ungkapnya. (rud)
















