Maninjau, Prokabar.com – Kakanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan Kunrat Kasmeri berkunjung langsung ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Maninjau, Kamis (6/8) siang. Meski memiliki kapasitas yang sangat sederhana, namun terobosan inovasi dan kreatif cukup mendapat apresiasi semua pihak.
“Program Nasional Ketahanan Pangan, merupakan program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto. Jelas hal ini juga program utama dari kita dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” Ungkap Kakanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan Kunrat Kasmeri saat memberi sambutan.
Di hadapan Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Kacapjari Maninjau, Camat Tanjung Raya, Kapolsek Tanjung Raya, Danramil, KUA dan beserta semua jajaran, Kunrat menjelaskan, sebanyak 25 Unit Pelaksana Teknis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Se Sumatra Barat terus berinovasi mengembangkan Prodak unggulan UMKM berbasis Kearifan Lokal.

“Di sejumlah Lapas dan Rutan, kita bahkan mampu menyediakan kebutuhan hotel dan barang ekspor. Hal ini membuktikan inovasi dangan peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga kolaborasi menjadi utama kesuksesan,” Ujarnya.
Kepala Imigrasi dan Pemasyarakatan Provinsi Sumatera Barat juga menambahkan, membangun sebuah kemajuan tidak bisa berdiri sendiri. Harus berkolaborasi, berinovasi dan berimprovisasi. “Bekerjalah dengan ibadah, agar semua kemudahan dan mendapat banyak dukungan. Buatlah managemen yang baik serta berkontribusilah terhadap Rutan itu sendiri. Bermanfaat untuk masyarakat, walaupun kecil tapi tetap bermanfaat,” Tegasnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno khusus mengatakan, Rutan Maninjau telah melaksanakan panen ikan keramba apung sebanyak 2 ton. Dengan keuntungan bersih sekitar 12 juta rupiah.
“Merupakan wujud nyata dukungan Rutan Kelas IIB Maninjau terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.” Tutur Joko.
Program ini bukan sekadar kegiatan budidaya perikanan biasa, melainkan bagian dari upaya
pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Sekaligus kontribusi konkret unit pelaksana
teknis dibawah naungan direktorat jenderal pemasyarakatan Sumatera Barat yang
merupakan tindak lanjut program asta cita presiden dan 15 program akselerasi menteri
imigrasi dan pemasyarakatan.
Kegiatan panen raya yang kita saksikan hari ini bukanlah sekadar seremoni belaka,
melainkan buah dari kerja keras, ketekunan, dan komitmen bersama antara petugas Pemasyarakatan dan warga binaan Rutan Maninjau dalam mengelola potensi Danau Maninjau melalui budidaya ikan sistem keramba jaring apung.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penegakan hukum, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan yang produktif, mandiri, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat luas.” Lanjut Kunrat kepada Prokabar.com saat diskusi langsung.
Sebagaimana kita ketahui bersama, ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis nasional yang menjadi perhatian Pemerintah Republik Indonesia. Program Asta Cita Presiden telah menegaskan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, turut mengambil peran aktif dengan mengoptimalkan lahan, kolam, dan perairan yang ada di satuan kerja Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, termasuk di Rutan Maninjau ini, untuk dikembangkan menjadi sentra produksi pangan.
Keramba jaring apung yang dikelola oleh Rutan Maninjau ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya alam Danau Maninjau yang dipadukan dengan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan budidaya perikanan yang bernilai ekonomis, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan semangat
produktif yang kelak dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah-tengah
masyarakat.
Pemanfaatan keramba jaring apung di perairan Danau Maninjau yang kita kelola ini merupakan langkah tepat dan cerdas, mengingat potensi sumber daya alam yang sangat mendukung. Melalui kegiatan budidaya perikanan ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi protein bagi warga binaan pemasyarakatan, tetapi juga membangun keterampilan dan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal kemandirian warga binaan setelah kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Melalui pemanfaatan potensi Danau Maninjau yang luar biasa ini, Rutan Kelas IIB Maninjau telah membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat menjadi motor penggerak ekonomi produktif, sekaligus sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar kelak dapat mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kerja keras seluruh pegawai Rutan Kelas IIB
Maninjau, serta dukungan penuh dari Kacabjari Agam, Kapolsek Tanjung Raya, Danramil Tanjung Raya, Camat Tanjung Raya, Kepala KUA, dan Wali Nagari yang senantiasa bersinergi menjaga kondusivitas dan mendukung program pembinaan ini.
Semoga hasil panen ini membawa keberkahan, meningkatkan nilai gizi konsumsi warga binaan,meningkatkan kesejahteraan pegawai serta menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi serupa di masa mendatang. Dan apa yang kita laksanakan hari ini menjadi ladang amal dan keberkahan bagi kita semua, serta dapat menjadi contoh dan
motivasi bagi UPT Pemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera Barat untuk terus
berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan. (rud)
















