Prokabar – Sesi konferensi pers Iran jelang laga melawan Selandia Baru di Piala Dunia 2026, ternyata menjadi salah satu hal yang paling dinantikan di Piala Dunia 2026. Striker sekaligus kapten Iran, Mehdi Taremi lalu melakukan sindiran yang sangat tajam dalam sesi konferensi pers tersebut.
Iran jadi salah satu tim paling disorot di Piala Dunia 2026, terkait Perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Hal ini ikut memanaskan suasana jelang Piala Dunia.
Keikutsertaan Iran di Piala Dunia bahkan sempat diragukan, terlebih mereka harus menjalani tiga laga fase grup di Amerika Serikat. Namun pada akhirnya, Iran tiba di AS meski harus bermarkas di Tijuana, Meksiko.
Jelang lag perdana di Grup G, melawan Selandia Baru, Mehdi Taremi dan pelatih Ghalenoi pun diberondong sejumlah pertanyaan oleh pers. Utamanya, soal perjalanan Iran dan bermacam pertanyaan lainnya soal kondisi politik dan hal-hal lainnya.
Hal ini membuat Taremi tak nyaman, dia melontarkan engutarakan sindiran ketika konferensi pers berakhir. Taremi menyebut tidak ada pertanyaan soal sepak bola yang dilontarkan pada mereka.”Tidak ada yang mengajukan pertanyaan terkait sepak bola?”katanya.
Sebelumnya, Taremi juga menyebut ketegangan di Amerika Serikat (AS) merusak kegembiraan dalam menikmati tampil di Piala Dunia 2026. Perang yang melibatkan Iran dengan AS-Israel sejak akhir Februari membuat pengamanan di Negeri Paman Sam diperketat.
Iran yang menjadi peserta Piala Dunia 2026 otomatis tidak seleluasa saat jadi kontestan Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya.

Dikutip dari Guardian, Taremi merasakan ketegangan sebelum tiba di Los Angeles, AS, jelang pertandingan pertama di Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru, Selasa (16/6).
Untuk kali pertama AS menerima Iran sebagai lawan perang. Namun Iran merasakan ketegangan demi masuk AS. Lokasi markas mereka dipindah dari ke Meksiko, beberapa anggota timnas Iran ditolak masuk AS. Ketegangan itu di mata Taremi merusak kebahagiaan di Piala Dunia 2026.
“Ketegangan semacam ini merusak kegembiraan itu dan merusak pesan FIFA dan rakyat kita, yang tentang sepak bola dan mewujudkan perdamaian,” kata Taremi.
“Saya pikir Piala Dunia ini seharusnya bisa memberikan suasana yang lebih baik daripada yang telah terjadi, dan saya berharap di masa depan akan lebih baik bagi semua penggemar, siapa pun yang mereka dukung,” ucap Taremi menambahkan.
Iran tergabung di grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Merujuk tim-tim yang ada, Iran punya kans bagus untuk lolos ke fase knock out.
Dalam tiga laga yang dimainkan di fase grup, Iran dua kali berlaga Stadion Los Angeles yaitu ketika bertemu Selandia Baru dan Belgia dan satu kali berlaga di Stadion Seattle ketika menghadapi Mesir.(*)
















