Tanah Datar, Prokabar- Hujan deras yang yang melanda wilayah Tanah Datar membuat sejumlah wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Adapun wilayah yang terdampak seperri kecamatan Batipuh Selatan, Batipuh dan kecamatan X Koto.
Menanggapi ini, pemerintah kabupaten Tanah Datar resmi menetapkan tanggap darurat bencana kabupaten untuk 14 hari kedepan.
“Melihat kondisi daerah yang terdampak tentu kita perlu menetapkan tanggap darurat bencana tingkat kabupaten untuk 14 hari kedepan. Hal ini agar kita bisa fokus menanggulangi bencana yang terjadi,” ucap Bupati Tanah Datar Eka Putra, Rabu (26/11/25) malam usai melakukan rapat kordinasi bersama forkopimda dan OPD terkait.
Bencana yang terjadi di Tanah Datar telah membuat ratusan warga mengungsi. Pemerintah bersama TNI Polri juga telah mendirikan dapur umum dibeberapa daerah terdampak.
” Ada di jorong Baiang, nagari Guguak Malalo. Itu terisolasi saat ini. Untuk kendaraan tidak bisa menempuh lokasi. Ada rumah yang saat ini telah berada ditengah tengah sungai, sungai yang dulunya 3-4 meter, kini menjadi 80 meter,” tambahnya.
Berdasarkan data kecamatan Batipuh Selatan, jumlah pengungsi terus bertambah hingga rabu malam. Hal ini dikarenakan intensitas hujan yang tinggi membuat debit air meningkat.
” Jadi sampai saat ini pengungsi telah mencapai 500 orang lebih dan tadi bertambah beberapa KK lagi,” ucap camat Batipuh Selatan, M Asa’ad.
Data kecamatan Batipuh menyebut terdapat 25 rumah yang tertimpa pohon tumbang, dua diantaranya mengalami rusak berat dan tidak layak huni.
” Dominan rumah yang terdampak pohon tumbang ada di nagari Batipuah Baruah sebanyak 13 rumah. Listrik juga padam sejak tiga hari terakhir,” kata camat Rifka Akbar.
Sementara, di Kecamatan X Koto dilaporkan juga terjadi beberapa longsoran dan debit air yang meningkat di beberapa aliran sungai. (eym)
















