80 Persen Songket Pandai Sikek Diminati Pasar Lokal

Penulis -

Selasa, 10 Juli 2018 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Siapa yang tak kenal dengan Songket Pandai Sikek. Hasil kerajinan tradisional ini bisa dikatakan telah melegenda hingga ke kancah nasional. Tenunan tradisional atau Songket Pandai Sikek yang berasal dari Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, dominan diminati wisatawan lokal dari seluruh daerah di Nusantara ini.

Salah seorang pengusaha Songket Pandai Sikek, Erma Yulnita, mengatakan dari seluruh wisatawan yang berbelanja songket kepadanya, 80 persen diantaranya adalah wisatawan lokal.

“Dibandingkan dengan wisatawan mancanegara, wisatawan lokal yang datang dari berbagai daerah di Indonesia lebih mendominasi,” katanya.

Wisatawan tersebut pada umumnya berasal dari luar Sumbar dan bahkan luar Sumatera, seperti Jawa dan Sulawesi.

Keunikan Songket Pandai Sikek terletak pada segi motif. Sebab pada Songket Pandai Sikek terdapat beberapa motif klasik, seperti Itiak Pulang Patang, Saik Ajik, Lapiak Ampek, Pucuak Rabuang, Kunang-kunang dan lain sebagainya.

“Perbedaan antara Songket Pandai Sikek dengan songket lain di Sumatera adalah motifnya, sementara untuk bahan yang digunakan relatif sama,” ujarnya.

Hampir setiap minggu Erma Yulnita mengirimkan hasil produksinya ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Kalimantan, Lampung, Sulawesi serta beberapa daerah lainnya untuk kembali dipasarkan.

Harga songket dijual cukup beragam, mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp15 juta rupiah, tergantung bahan dan motif yang digunakan.

“Untuk songket dengan bahan sutera dengan motif-motif tertentu dipatok dengan harga Rp15 juta, sementara untuk bahan katun harganya akan lebih murah,” kata dia.

Salah seorang pembeli asal Jakarta, Rosalina (46) mengatakan keberadaan Songket Pandai Sikek sudah cukup terkenal. Songket Pandai Sikek memiliki motif yang bagus dan dibuat dengan secara manual serta membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaannya.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB