Ahmad Fadly, Pria Humble yang Makin Kesini Makin Mengalir

Penulis -

Rabu, 2 Oktober 2024 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rizal Marajo
(Wartawan Utama)

KETIKA nama Ahmad Fadly mulai disebut-sebut sebagai bakal calon Wakil Bupati Tanah Datar untuk mendampingi Eka Putra, saya langsung gerilya mencari referensi tentang dia. Satu-satunya referensi pertama yang saya dengar, dia adalah putra politisi senior partai Gerindra, dr. H. Suir Syam, M.Kes, M.M.R.

Berselancar di internet, ternyata tak banyak ditemui data, profil, artikel, atau sekadar straight news tentang dia. Hmmm, ternyata dia pernah berpolitik dalam Pilkada Kota Padang Panjang 2018 sebagai Wakil Walikota berpasangan dengan Rafdi M. Syarif. Mereka meraih suara 1.940 atau 7,54% dan berada di posisi empat hasil penghitungan suara.

Tapi walaupun begitu, saya semakin bersemangat mencari tahu Ahmad Fadly. Satu persatu saya dapatkan, mulai dari nomor kontaknya, web pribadinya, sampai kepada hal personal. Salah satunya, ternyata dalam tatanan adat Minang, saya satu suku dengan ayahnya yang berbako ke Paninjauan.

Dalam kebiasaan di kampung saya di Paninjauan, secara kesukuan dia adalah anak bagi saya, dan saya adalah ayah keteknya. Ternyata sampai sejauh itu saya menelusuri sosok Ahmad Fadly.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Tapi sudahlah, kita kesampingkan saja hal itu dulu. Bagi saya, setelah bertemu pertama kali dengan dengan Fadly, saya melihat dia sosok yang sangat humble, santun, dan bicaranya tak meledak-ledak. Namun dibalik itu, dia saya yakini sosok yang sangat teliti dan cerdas.

Dari cara dan pengalaman berpolitiknya mungkin pada awalnya masih banyak orang yang meragukannya. Saya pun menilai, dia memang belum matang, bahkan sekilas masih terlihat masih sangat polos. Sangat hati-hati dalam bicara dan bertindak.

Setidaknya saya punya hipotesa seperti itu setelah melihat dan mendengarkan dalam beberapa kali kesempatan dia memberikan sambutan, sepatah kata, orasi, dan sebagainya. Dia mungkin bukan seorang orator ulung, karena memang itu bukan style-nya.

Namun, semakin kesini dan semakin sering berbicara di berbagai forum, saya melihat dia semakin terbiasa dan mengalir lancar. Bahkan, jika dia sedang dapat mood-nya materi yang disampaikan sangat bernas, padat, tegas, tajam, dan sangat visioner. Dengan kata lain, komunikasi publiknya semakin terasah dan terampil.

Sampai disini saya berani mengatakan, sosok pria kelahiran 28 September 1977 ini adalah calon politisi handal pada masanya nanti. Jika kematangan berpolitiknya sudah dapat, dan memang fokus berkecimpung di dunia tersebut, tidak mustahil dia akan mewarisi kehandalan sang ayah yang sudah malang melintang dalam dunia politik di Sumatra Barat, bahkan nasional.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Kini Fadly memulai babak baru dalam kehidupan politiknya, bertarung untuk mendampingi incumbent Eka Putra di Pilkada Tanah Datar 2024. Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia, ditambah motivasi, semangat, niat, dan kegigihannya terjun ke masyarakat, setidaknya jebolan Psikologi Universitas Gajah Mada ini siap membuktikan bahwa dia layak mendampingi Eka.

Tidak bisa dipungkiri, dan Fadly sendiri mengakui darah politik yang mengalir dari sang ayah adalah salah satu faktor yang membuat Fadly tertarik menerjuni dunia politik. Like father like son, begitu istilahnya. Hal yang wajar dan lumrah terjadi dalam dunia politik

Tapi walaupun begitu, tentunya Fadly, pria teduh ini tak ingin selalu berada dibawah bayang-bayang sang ayah. Baginya Tanah Datar adalah sebuah tempat yang telah dipilihnya sebagai tanah tempat dia mengabdikan dan membuktikan diri. Dia sangat serius untuk hal itu.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Sejak namnaya diapungkan sebagai calon Wakil Bupati, putra Panyalaian X Koto tak kenal lelah menemui masyarakat di berbagai nagari, keluar masuk kampung, duduk di lapau, menghadiri berbagai acara sosial kemasyarakatan. Disitu dia menemukan kehangatan sambutan masyarakat yang membuatnya semakin bulat hati mengharungi Pilkada ini.

Dalam satu kesempatan dengan saya, Fadly menyebutkan niatnya cuma satu, bisa menjadi orang berguna bagi orang lain. Kekuasaan atau jabatan hanyalah alat, tapi ukuran paling mendasar adalah sejauh mana keberadaannya memberi arti dan manfaat kepada masyarakat Tanah Datar.

Well, Ahmad Fadly sudah menyediakan diri dan mewakafkan dirinya untuk Tanah Datar. Dalam setiap kesempatan suami dr. Dwinanda Emira ini, siap menjadi pendamping yang ideal bagi Eka Putra dalam membangun Tanah Datar lima tahun ke depan, jika mendapat amanah dari masyarakat Luhak Nan Tuo nantinya.

Keduanya akan menjadi kolaborasi yang sangat pas bagi Tanah Datar, saling melengkapi dan saling mengisi. Sepertinya tak ada alasan bagi masyarakat Tanah Datar, untuk berpaling dari pasangan bernomor urut dua yang siap mewakafkan diri untuk 360 ribu warga Tanah Datar.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh
Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Berita Terbaru