Pilkada Pasaman Dan Seni Berpolitik Benny Utama – Yusuf Lubis

Penulis -

Kamis, 15 Agustus 2024 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Bupati Pasaman, Yusuf Lubis (kiri) didampingi Tomi Irawan (kader Golkar) bersama Benny Utama, mantan bupati dan Yasri, mantan Ketua DPRD Pasaman.

Mantan Bupati Pasaman, Yusuf Lubis (kiri) didampingi Tomi Irawan (kader Golkar) bersama Benny Utama, mantan bupati dan Yasri, mantan Ketua DPRD Pasaman.

Pilkada Pasaman menarik untuk disimak. Dua tokoh dengan rivalitas tertinggi di kancah Politik Pasaman digesturkan bersalaman. Agaknya seiya sekata dalam satu ayunan langkah untuk membangun Pasaman. Dua tokoh ini, Yusuf Lubis dan Benny Utama.

Sebelum jauh dibahas, atrek sebentar biar paham. Yusuf Lubis dan Benny Utama adalah sama-sama mantan bupati. Beberapa kali putaran Pilkada (20 tahun terakhir), beberapa kali terjadi head to head Yusuf Lubis dengan wakilnya dan Benny Utama dengan wakilnya dalam perebutan BA 1 D. Hingga mereka berdua pernah dua kali menjabat sebagai Bupati Pasaman secera bergantian. Memang hebat.

Benny Utama dikenal sebagai bapak pembangunan sementara Yusuf Lubis dikenal sebagai sosok bupati yang merakyat. Bagaimana sepak terjang mereka, jangan ditanya. Bukak google, ketik prestasi Pasaman, keluar kedua tokoh ini.

Menyala Pasaman hingga dikenal di kancah Nasional dibuat kedua pemimpin hebat ini. Segudang prestasi ditorehkan, triliunan APBN behasil dikucurkan ke Pasaman.

Pilkada 2024 ini, keduanya tidak lagi di atas pentas. Mereka sibuk di belakang layar. Bukan sebagai rival lagi, melainkan bermandan agaknya.

Melalui kader terbaiknya, Yusuf Lubis sesepuh Nasdem mempercayakan Mara Ondak untuk maju sebagai Bacalon Bupati. Sementara Benny Utama tokoh utama Golkar Pasaman, sebalik orang tau, Desrizal adalah salah satu pejabat yang sering dipakai untuk mensukseskan visi-misi kepemerintahannya. Anak kesayangan kalau bahasa kampungnya saya. Bahkan setelah pensiun, Desrizal pun menduduki kursi Wakil Ketua DPD Golkar Pasaman.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Dengan seni tingkat tinggi Benny Utama – Yusuf Lubis ini, terwujudlah Mara Ondak – Desrizal dengan selogan Mode. Tiga rekomendasi dan SK partai sudah dikantongi. Mereka mengudara. Siap untuk dianjungkan dan melayang. Dibanding bakal calon lainnya, pasangan ini selangkah lebih maju. Yang lain masih mencari-cari armada untuk mengudara (mencari partai koalisi pengusung), Mode sibuk mencari mesin tambahan (partai koalisi) untuk mengudara lebih tinggi bersama kapal mereka.

Mara Ondak dan Desrizal sebelumnya PNS aktif. Mara Ondak di akhir karirnya sebagai Sekda dan Desrizal sebagai Kadis Kesehatan. Jabatan hebat, bukan kaleng-kaleng.

Keduanya orang hebat. Sama-sama pernah mengabdi sebagai pelayan masyarakat. Kini, pengalaman yang dikantongi sudah masak matang. Mara Ondak lulusan STPDN memang kepemerintahan disekolahkannya dulu. Siap untuk membawa Pasaman berpacu dalam melodi daerah lebih maju. Begitu juga Desrizal, tek terhitung lama dan beberapa kalinya menjadi Kadis Kesehatan Pasaman, staf ahli juga pernah, itu dulu sebelum beliau pensiun.

Adakah kompetitor? Insyallah ada. Hanya saja belum mengudara. Masih sibuk lobi – lobi armada (partai koalisi). Seperti Sabar AS yang kini menjabat sebagai Bupati Pasaman, kader Demokrat belum punya koalisi. Sama dengan Welly Suheri, kader terbaik PKB.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Terjadi kini, Bacalon sibuk melobi pimpinan partai di Jakarta, nan partai sibuk menelisik ketokohan mereka sembari meraba-raba, adakah peluang menang untuk berhadapan dengan MODE akronim dari Mara Ondak – Desrizal. Mengingat di belakang layar, MODE ini tidak lepas dari setingan seni berpolitik Benny Utama dan Yusuf Lubis.

Selanjutnya, bagaimana dengan pencarian koalisi. Karena dari catatan aturan yang ada, untuk mengusung Bacalon mendaftar ke KPU, setidaknya dibutuhkan minimal dua koalisi partai dengan jumlah 7 bangku kedewanan di DPRD Pasaman. Ini PR tambahan bagi pasangan Bacalon kader partai lainnya untuk maju.

Di DPRD Pasaman, terdapat 35 kursi anggota dewan. Kursi terbanyak diisi Demokrat dan PKS dengan masing-masing-masing 6 kursi. Disusul Golkar, PKB dan Nasdem masing-masing 5 kursi. PAN dan Gerindra masing-masing 3 kursi dan PPP 2 kursi.

MODE sudah mengantongi rekomendasi dan SK dari partai Nasdem dan PPP dengan total 7 kursi ditambah baru ini dari Gerindra. Nasdem 5 Kursi, PPP 2 Kursi dan Gerindra 3 kursi. Jadi sudah 10 kursi. Ditambah PKS yang baru saja, Kamis (15/8) mendaratkan mandatnya ke MODE. Kini pasangan ini terus melobi-lobi.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Untuk Welly Suheri alias Bang Pode, anngota DPRD terpilih Pileg Februari 2024 nan lampau, diwacanakan berpasangan dengan Anggit Nasution, anak pengusaha besar di Ibu Kota, Jakarta. Rencananya, Welly-Anggit didukung PKB dan PAN dengan jumlah 8 kursi.

Berbeda dengan Sabar AS, meski sudah punya partai Demokrat dengan 6 kursi ia harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk mencari wakil. Nasibnya sudah di ujung tanduk. Dari 8 partai yang punya kursi di DPRD, PKS, Demokrat, Golkar, PKB, PAN, PPP, Nasdem, Gerindra tinnggal Golkar yang belum mengapung dukungannya. Inilah seninya Golkar di Pasaman. Susah ditebak. Tak lepas lagi dari seni berpolitiknya tokoh Benny Utama yang kini kadernya, Desrizal menjadi tangan kanan Mara Ondak.

Sejarah mencatat, Pilkada sebelum 2024 ini, Benny Utama melawan kotak kosong. Kompetitor tidak dapat dukungan partai kala itu. Meski Pilkada kini jauh dari kemungkinan kotak kosong, semoga saja, nasib tidak dapat partai yang dialami incumbent dalam Pilkada sebelumnya tidak dialami incumbent sekarang, Bupati Sabar AS. Bila senasib, setidaknya kita harus mengimani, Tuhan Tidak Akan Memberi Apa yang Kita Minta, Tapi Ia Memberi Apa Yang Kita Butuhkan. Amin.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru