Gubernur Mahyeldi Tinjau Kondisi Masyarakat Terdampak Banjir di Kota Padang

Penulis -

Jumat, 8 Maret 2024 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir di Kota Padang, Kamis malam (7/3). Mahyeldi menyebut, tidak hanya Kota Padang yang terdampak, banjir juga melanda beberapa daerah lainnya di Sumbar.

Peninjauan tersebut, diawali di daerah RT 03 RW 06 Kampung Durian, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Beruntung, meski pun hingga jum’at dinihari banjir di daerah itu tak kunjung surut dan curah hujan masih tinggi, namun tidak sampai memakan korban luka atau jiwa. Mahyeldi juga memuji gerak cepat dari para Ketua RT dan RW dalam mengkordinir upaya evakuasi warganya.

“Alhamdulillah, seluruh warga sudah dievakuasi dan dipindahkan ke posko pengungsian sementara. Kami berharap, seluruh Ketua RT, RW, dan Lurah di daerah terdampak, mendata dan memastikan seluruh warganya sudah berada dalam kondisi aman,” ujarnya.

Diketahui, masyarakat Kampung Durian yang rumahnya terendam banjir diarahkan untuk mengungsi di Masjid Al-Ihsan. Lokasi tersebut dinilai aman dari banjir karena bangunannya bertingkat.

Terkait kebutuhan pokok para pengungsi seperti logistik makanan dan selimut, Mahyeldi, memerintahkan Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah untuk segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Kota Padang, agar bisa segera diturunkan bantuan.

“Alhamdulillah di daerah ini ada Masjid Al-Ihsan yang bangunannya punya dua lantai, sehingga dalam situasi seperti ini, lantai 2 nya bisa di manfaatkan warga untuk mengungsi,” jelasnya.

Usai peninjauan di Kampung Durian, Gubernur kembali melanjutkan peninjauannya ke kawasan lainnya di Kota Padang. Yakni, Rawang Jondul, Lubuk Begalung, Alai, Jati.

Mahyeldi menyebut, berdasarkan laporan sementara dari Kepala BPBD Sumbar, selain di Kota Padang juga ada beberapa daerah lainnya di Sumbar yang mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Seperti, Pesisir Selatan, Solok, Pariaman, dan Agam.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Durian, Sri (50th) menyebut banjir mulai menggenangi area pemukimannya sejak pukul 15.00 wib, hingga akhirnya ketinggiannya mencapai 1,5 meter.

“Ini sudah mulai surut, sore tadi ketinggiannya mencapai 1,5 meter. Apalagi saat ini masih hujan, kemungkinan air akan naik kembali cukup besar. Jadi malam ini kami mengungsi dulu di Masjid supaya aman,” ungkapnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB