Maninjau, Prokabar.com – Menanggapi bencana banjir bandang menimpa masyarakat Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Muhammadiyah Desaster Menagement Center (MDMC) Sumatera Barat langsung ke lokasi membantu pemerintah daerah melakukan penanganan. Kejadian sejak kamis malam (7/12) itu secara berturut-turut air bah disertai material bebatuan, kayu dan tanah lumpur dan berpasir turun dari aliran sungai perbukitan, menimpa puluhan rumah warga dan fasilitas umum.
Ketua MDMC Sumatera Barat, Fortito mengatakan, hingga saat ini relawan MDMC bersama PWM Sumbar, PDM Agam, PDA Agam, PCM Tanjung Raya, PCA Tanjung Rayaa, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bayua dan Pimpinan Ranting Aisiyah Bayua ikut berjibaku membantu masyarakat. Selain mendirikan dapur umum untuk ratusan warga, tim gabungan relawan organisasi Islam terkemuka itu juga membantu pembersihan material longsor rumah warga dan menyalurkan bantuan logistik.
“Intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Agam mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan longsor pada 7 dan 8 Desember 2023. Jorong Sungai Rangeh Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Kondisi itu menyebabkan dua ratus dua puluh jiwa atau sekitar 8 kepala keluarga mengungsi,” ungkapnya Sabtu (16/12).
“Setelah satu minggu berlangsung, hingga saat ini masih ada 58 orang atau 10 kepala keluarga mengungsi di Kantor Wali Nagari dan SDN 02 Bayua,” ungkapnya.
Secara rinci, kerusakan terjadi pada 2 unit rumah warga hanyut, 45 rusak ringan, 1 unit TK hancur, 1 unit SD rusak, 1 unit Mushola Taqwa Muhammadiyah Ranting Sungai Rangeh Bayua Rusak Berat, Lapangan voli hancur, Layanan air bersih masyarakat perputus, Lahan pertanian masyarakat rusak dan Kolam Pembibitan Ikan Rusak.
Masyarakat di sekitar wilayah rawan longsor dihimbau agar berhati-hati dan waspada dikarenakan masih ada material yang kemungkinan masih akan berjatuhan ketika terjadi hujan deras. Kendala saat ini, hujan instensitas sedang masih terjadi dan beberapa daerah tergenang air.
Sebagian masyarakat sudah mulai kembali ke rumah, penerangan sudah normal oleh PLN dan akses jalan sudah 80 persen lancar.
“Kebutuhan Mendesak saat ini, logistik, air bersih, susu balita, susu lansia, roti, pempers, selimut, matras, tikar, alat-alat mandi, minyak kayu putih, beras, telor, mie instan, minyak goreng, masker, handsanitaizer, air mineral, school kit, kebutuhan Lansia dan kebutuhan Bumil. Kepada semua pihak, mari kita bersama bantu korban bencana ini, sehingga cepat pulih dan kembali hidup di rumah mereka masing-masing,” tutup Ketua MDMC, Fortito. (rud)
















