Dialog Kebudayaan, Yang Muda Berbudaya, Anggota DPRD Sumbar, Hidayat : Kita harus memancing semangat kecintaan generasi muda Terhadap Nilai-nilai Adat dan Budaya

Penulis -

Selasa, 19 September 2023 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Merawat, menjaga, melestarikan dan mewariskan nilai-nilai adat dan budaya daerah yang hari ini mulai berujung memudar dalam prosesi kehidupan sehari-hari harus di ikhtiarkan, baik sebagai anak, mamak, kemenakan maupun sebagai bagian dari masyarakat Provinsi Sumatera Barat ujar Hidayat dalam acara “Dialog Kebudayaan” Yang Muda Berbudaya (17/9/2023) di Cafe Dhamarshaker.

Atas dasar itu, ia bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat menstimulus, memancing spirit atau semangat kecintaan generasi muda khususnya untuk menggunakan, mempelajari dan memahami nilai-nilai budaya daerah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga dalam rangka melawan bangga budaya asing.

Sebagai anggota DPRD, Hidayat menjelaskan bahwa perannya memang membentuk Perda bersama Pemprov. Dalam memainkan peran membentuk Perda tersebut, ia bersama anggota DPRD lainnya mengusulkan Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Cagar Budaya dan Museum dan memaktubkan dalam perda tersebut kurikulum yang berstandar kearifan lokal yang akan menjadi materi pembelajaran di tingkat SD, SMP dan SMA. Kemudian apresiasi terhadap kesenian daerah, atraksi dan permainan anak nagari.

Baca Juga :  Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

“Dalam merawat serta mengelola nilai-nilai adat dan budaya seperti berbahasa daerah, berkesenian daerah, permainan anak nagari, anak-anak sekarang ada yang tahu tidak? Tokok lele, sipak tekong, cik mancik, congklak? Itu banyak nilai filosofisnya, contohnya kalau main tokok lele itu tidak boleh lewat dari garis, itu mengajarkan nilai-nilai kejujuran. Tidak boleh berdusta, tidak boleh korupsi kalau dia seorang pejabat, itu nilai positifnya,” ucap Hidayat.

Selanjutnya yang ingin dimaktubkan dalam Perda tadi yaitu pembentukan Dewan Kebudayaan. Semacam forum diskusi yang di dalamnya terdapat tokoh-tokoh ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, orang kampus dan kaum muda. Hidayat menyebut bahwa ada kerinduan terhadap ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, dan kaum mudanya berdiskusi tentang apa kira-kira program pemerintah terkait pemajuan kebudayaan.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain

Termasuk juga menganalisa seperti apa kurenah mamak dan kemenakan sekarang, pergaulannya, cara berpakaian, cara bertutur bahasa.

“Kalaulah alim ulama kita, cadiak pandai, bundo kanduang, orang kampus, kaum muda duduk bermusyawarah minimal 2 kali sebulan, tentulah suasana akan berbeda. Karena kita butuh panutan, butuh mamak, butuh pemimpin yang menjadi contoh. Maka dari itu kami juga akan perjuangkan bagaimana agar rencana program ini ada anggaran minimal 2% dari total APBD untuk Pemajuan Kebudayaan,” lanjutnya

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, atau akrab disapa Mak Katik selaku narasumber dalam acara “Dialog Kebudayaan” yang merupakan seorang budayawan, seniman, dan pengajar Indonesia membahas bagaimana adat dan budaya Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari.

Termasuk juga latar belakang atraksi seni seperti silek dan tari piring. Selain itu, Mak Katik ingin generasi muda mengetahui bagaimana tokoh-tokoh hebat Minang dibesarkan dengan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau itu sendiri.

“Saya berharap acara ini bermanfaat untuk generasi muda, karena untuk sekarang ini kita cuma tau hebatnya Hatta, hebatnya Sutan Syahrir, hebatnya Hamka, tapi kita tidak tau seperti apa mereka dibesarkan,” ujar Mak Katik.(rls)

 

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah
Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat
KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

Berita Terbaru