Maninjau, Prokabar.com – Bencana longsor dan banjir bandang kembali melanda Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Bencana yang melanda sejak Jumat dini hari (14/07) itu menyisakan duka dan sengsara pada masyarakat terdampak. Tujuh Jorong dari sekitar seribu warga mengalami kondisi memprihatinkan hingga saat ini.
Terdapat sekitar 15 titik longsor bervolume besar menutup akses jalan utama, juga merusak puluhan rumah warga di Nagai Koto Malintang dan Nagari Tanjung Sani. Longsor juga sempat menutup akses utama provinsi Sumatera Barat di Muko-muko sampai Tanjung Alai, sehingga menutup jalan Padang Lua menuju Simpang Gudang Manggopoh.
“Akses jalan juga tertutup longsor di Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang. Sehingga jalan menuju Museum Buya Hamka dan ke Jorong Pandan, Nagari Tanjung Sani. Karena kita bergerak cepat, alhamdulillah akses jalan utama provinsi dan menuju Museum Buya Hamka itu telah berhasil dilalui kendaraan,” ungkap Kalaksa BPBD Agam, Bambang Warsito kepada Prokabar.com Sabtu malam (15/07).
Menanggapi itu, Jajaran Pemerintah Kabupaten Agam melalui Bupati Agam Andri Warman didampingi Kalaksa BPBD Agam, Bambang Warsito menetapkan Agam Tanggap Darurat Bencana. Pendirian Posko Utama dan Dapur Umum langsung dilakukan untuk pusat informasi dan data sekaligus pusat logistik bantuan.
“Kita menetapkan lokasi sementara di Objek Wisata Muko-muko. Karena di sini lokasi dermaga kapal dan perahu karet berlabuh untuk bisa ke lokasi bencana. Sejumlah longsor masih menutup akses jalan dan belum bisa di lalui. Tim Gabungan saat ini masih dalam pembersihan material yang cukup banyak saat ini.” ujarnya.
Setelah melakukam gerak cepat penanganan bencana, mulai dengan mengerahkan alat berat pembersihan material longsor hingga dengan gotong royong, akses jalan telah berhasil membersihkan 3 titik longsor di jalan utama provinsi sumatera Barat di Muko-muko, 3 titik longsor besar di Sigiran dan 2 titik longsor besar di Sungai Batang.
“Sejumlah titik longsor masih dalam proses pembersihan oleh Tim Gabungan saat ini. Akses jalan tertutup longsor dan material banjir bandang itu berada di jalan penghubung Jorong Sigiran menuju Pantas, Batu Nanggai, Muko Jalan dan Pandan. Untuk sementara, kita menggunakan kapal Bujang Sambilan Dinas Perhubungan dan Perahu Karet BPBD Agam ke titik lokasi warga terdampak longsor,” terangnya. (rud)
















