oleh: Rizal Marajo
Wartawan Utama
Pertandingan Argentina versus Arab Saudi sudah memasuki masa injury time babak kedua. Arab Saudi masih unggul 2-1, tapi masih jauh dari kata bisa bernafas lega di menit-menit akhir pertandingan itu. Bak gelombang, gempuran Argentina tak henti-hentnya di penghujung laga itu.
Dalam satu moment di menit-menit krusial itu, sebuah crossing Angel de Maria ke kotak penalti membuat panik di area 16 meter tim Elang Hijau. Kiper Mohammed Al-Owais terpaksa terbang dengan kecepatan maksimal ditengah kerumunan untuk menyongsong bola.
Sukses, bola berbahaya itu berhasil diamankan Al-Owais, dan gawang Arab Saudi selamat dari kebobolan, dan Green Falcon masih unggul 2-1.
Tapi tunggu dulu, seorang pemain berseragam hijau jatuh tertelungkup tak bergerak di rumput hijau kotak penalti itu. Sepertinya sudah terjadi sesuatu yang sangat fatal saat itu.
Al Owais dan pemain Saudi lainnya terlihat panik. Bahkan Owais setengah histeris dengan gestur memanggil tim medis secepatnya masuk lapangan. Ketika tim medis sudah bekerja membantu pemain yang tertelungkup itu, kiper 30 itu terhenyak seperti hendak menyesali peristiwa yang baru saja terjadi.
Dia tahu, ketika terbang menjemput bola lututnya telah menghantam wajah rekannya yang datang dari arah berlawanan dengan maksud yang sama, mengamankan bola!.
Begitu telak, begitu keras, terlihat sangat horor dan menakutkan, dalam moment yang sangat cepat itu.
Yasser Al-Shahrani, pria yang yang terhantam lutut itu, mungkin tak menyangka dia akan mengalami insiden seburuk itu. Pemain dan petarung hebat Arab Saudi itu tengah di puncak semangatnya, dan sebentar lagi dia akan merayakan kemenangan negaranya dengan cara yang sangat sensasional itu.
Belakangan diketahui, rahang sang pemain patah. Tapi luar biasanya, ditengah kekhawatiran penonton dan rekan setimnya dengan kondisinya, dari atas tandu Yasser memberi isyarat dengan mengacungkan kedua jempolnya, tanda bahwa dia baik-baik saja.
Moment vital itupun tertangkap kamera televisi, sebuah isyarat penting dari seorang Yasser yang membuat lega penonton dan para pemain Arab Saudi. Karena insiden seperti yang dialami Yasser, sangatlah buruk.
Dalam beberapa kasus, benturan seperti itu ada yang sampai merenggut nyawa. Bahkan salah satunya terjadi di Indonesia, ketika kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal akibat benturan dengan rekannya sendiri saat sama-sama hendak mengamankan bola.
Beruntung Yasser Al Shahrani, walau sempat dikabarkan kondisinya kritis. Melalui akun Twitter resmi tim sepak bola Arab Saudi, Yasser mengatakan kondisinya sudah semakin baik. Ia mengungkapkan hal itu saat berada di ranjang rumah sakit tempatnya dirawat.
“Saya ingin meyakinkan Anda bahwa saya baik-baik saja. Doakan saya. Dan selamat untuk fans Saudi kami atas kemenangannya. Kamu pantas mendapatkannya. Saya dalam kondisi baik-baik saja, segala kesalahan yang saya buat, saya minta maaf karena saya manusia biasa,”kata Yasser, dikutipm Al Arabiya
Siapa Yasser Al Shahrani?
Arab Saudi memang tampil heroik dalam laga melawan Argentina. Bayangkan, Argentina adalah tim yang tak terkalahkan dalam 36 kali pertandingan terakhirnya, favorit juara di Qatar 2022, dan tentu saja ada sosok pemain seperti Lionel Messi disana.
Untuk meredam Argentina, para pemain Arab Saudi dipaksa melakukan 21 Pelanggaran dan diganjar enam kartu kuning. Salah satu sosok penting untuk meredam serangan Messi cs adalah pria berkulit legam dan rambut setengah gondrong dan acak-acakan, Yasser Al-Shahrani.
Yasser bermain sebagai bek kiri, namun bergerak lebih ke tengah ketika diserang Argentina. Situs statistik bola, Squawka mencatat, Al-Shahrani benar-benar tampil galak saat memotong rantai bola Argentina.
Ini statistiknya, Yasser menjadi pemain paling banyak lakukan sapuan (6), intersep (6), menangi posisi (5), tekel sukses (3), menangi duel (3), dan tidak pernah didribel pemain Argentina!
Kerja kerasnya itu berbuah manis, walaupun pemain Al-Hilal berusia 30 tahun itu harus meninggalkan lapangan dengan cedera horor. Kisah 90 menit Yasser Al Shahrani ini benar-benar telah membuat seluruh Arab Saudi simpati dan bangga.
Bahkan sang Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman dengan sigap memerintahkan menjemput Yasser dengan jet pribadinya, dan langsung diterbangkan ke Jerman untuk mendapatkan operasi terbaik bagi kesembuhannya..
Yasser Al-Shahrani, sungguh dia telah membela negara dengan segenap tumpah darahnya! (*)
















