7. Pesta Budaya Tabuik

Tabuik adalah salah satu pesta budaya masyarakat Pariaman yang digelar setiap awal bulan Muharam. Tradisi tersebut dahulunya mengenang tewasnya cucu Nabi Muhammad, Mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW yakni Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan melawan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala. Seiring zaman, Tabuik dijadikan sebagai Ivent Budaya Tahunan sebagai ajang kunjungan wisata mancanegara ke Pariaman.
Sebelum Puncak Pesta Budaya Tabuik dilaksanakan, 10 Muharam, kegiatan dahulu beberapa rangkaian tradisi atau ritual. Mulai 1 hingga 8 Muharam pelaksanaan diawali Prosesi Maambiak Tanah (Mengambil Tanah), dilanjutkan Prosesi Manabang Batang Pisang, Maarak Jari-jari, Maarak Sorban dan Tabuik Naiak Pangkek.

Setelah Tabuik dibuang ke laut, masyarakat setempat biasanya berebutan mengambil semua bingkai dan raga-raga yang ada pada tubuh Tabuik. Mitosnya, ranting atau bingkai yang diambil dari tubuh tabuik dapat menjadi pelaris usaha atau pembawa keberuntungan saat menjalani usaha seseorang nantinya. (Rud)
















