467 Penerbangan Dibatalkan di BIM, Ini Penyebabnya

Penulis -

Rabu, 23 Januari 2019 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – Akibat sepi penumpang, sebanyak 467 penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat dibatalkan dalam rentang 1 hingga 21 Januari 2019.

“Sejak diberlakukannya tarif resmi batas atas membuat pergerakan pesawat turun 20 persen dan pergerakan penumpang turun 25 sampai 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” kata Executive General Manager PT Angkasa Pura II BIM Dwi Ananda Wicaksana, Rabu (23/1).

Selain itu sejak maskapai Lion Air resmi memberlakukan kebijakan bagasi berbayar sejak hari ini terpantau antrean pada konter check in menjadi lebih padat karena banyak penumpang yang belum tahu.

“Kendati sebagian besar penumpang kaget dengan kebijakan pembayaran bagasi ini tetapi sampai saat ini situasi masih kondusif,” kata dia.

Ia menyampaikan pihak bandara bersama dengan maskapai dan petugas darat akan tetap menjaga keamanan dan kenyaman agar operasional penerbangan dapat berjalan dengan baik.

Dwi mengakui dengan diberlakukan tarif batas atas dan kebijakan bagasi berbayar pengelola bandara juga ikut merasakan dampaknya terutama dari sisi pendapatan baik aero maupun non aero.

Dampak ini juga ikut dirasakan oleh perusahaan moda transportasi darat di bandara yang jumlah penumpangnya juga turun, kata dia.

Oleh sebab itu Manajemen PT Angkasa Pura II menyikapi penurunan ini melakukan konsolidasi eksternal dan internal.

Upaya internal antara lain dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh dilanjutkan dengan penetapan strategi dan program diantaranya kajian untuk optimalisasi slot, strategi pemasaran rute baru dan atau upaya penambahan rute eksisting.

Kemudian upaya ekternal dengan menggelar pertemuan dan pembahasan mendalam dengan regulator, maskapai , dinas dan pihak terkait lainnya untuk segera mendapatkan solusi agar kondisi ini tidak berlarut atau semakin parah, kata dia.

Ia berharap kondisi ini segera berlalu karena dampaknya masif dan efeknya terasa sampai ke masyarakat Sumatera Barat yaitu dunia pariwisata lesu dan perekenomian akan terdampak. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB