36 Mobil Pengangkut Sampah Dikerahkan Kemenkes di Palu

Penulis -

Rabu, 24 Oktober 2018 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Kementerian Kesehatan (Kemkes) melalui Subcluster Kesehatan Lingkungan bersama sektor lain mengerahkan 36 mobil guna mengangkut sampah yang menumpuk di lokasi pengungsian korban gempa Palu,  Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemkes Widyawati mengemukakan, pengerahan mobil tersebut untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang muncul dari lingkungan, terutama pada wilayah yang terdapat penumpukan sampah di tempat pengungsian korban gempa Palu, Sulawesi Tengah.

“Sampah yang menumpuk di pengungsian harus segera diangkut, mengingat banyaknya perindukkan lalat apabila tidak segera ditangani. Dampaknya, akan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya peningkatan kasus diare,” ujar Widyawati, dalam keterangannya, yang dikutip, Rabu (24/10).

Tindakan lainnya, adalah dengan meletakkan tempat pembuangan sampah sementara dalam bentuk bak-bak penampungan sampah sebelum diangkut oleh truk untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah akhir.

“Sejak Jumat (19/10), mobil sampah sudah dioperasikan ke lokasi pengungsian di Petobo dan Balaroa yang populasi lalatnya sudah cukup padat terutama di sekitar dapur umum,” jelasnya.

Kemudian di pengungsian Kelurahan Duyu, penanganan sampah telah dilakukan dengan cara dibakar. Selain itu, telah disediakan enam toilet dari KemenPUPR dan akan ditambah lagi 10 toilet.

“Untuk mengatasi peluberan limbah toilet, lurah setempat diminta untuk menambah lubang serapan yang cukup luas. Demikian pula untuk rencana pemasangan toilet yang baru agar ditambah dengan lubang resapan yang cukup luas agar tidak terjadi peluberan dari septictank atau septictank buntu karena penuh,” kata Widyawati.

Untuk pencegahan diare yang dikhawatirkan telah menyebar ke pengungsi, tim Kesehatan Lingkungan telah berkoordinasi dengan tim Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kemenkes untuk mendapatkan data kasus diare. Selanjutnya, berdasarkan data tersebut, apabila ditemukan kasus diare, langsung dilakukan intervensi berupa pengobatan dan intervensi dari segi lingkungannya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru