3 Presiden Pernah Selfie di Sini, Anda?

Penulis -

Sabtu, 9 Juni 2018 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota,Prokabar – Savana sesayup mata memandang, luasnya 200 hektare lebih. Awan merendah. Patut dijangkau saja.

Itulah Padang Mengatas, Limapuluh Kota nan indah. Di sini 3 presiden pernah berselfie: Soeharto, SBY dan Jokowi.

Foto : Jokowi di Padang Mangatas (net)

Di sini, jalan membentang seperti tangga langit. Angin jangan disebut, melambai dia. Sibak rambut dibuatnya.

Jika pundak anda berat karena beban pikiran, bisa hilang sakitnya, kalau tiba di sini. Sejuk tuen.

“Kalau ada menteri yang suntuk di Jakarta, bisa hilang stresnya kalau di sini,” kelakar mantan Presiden RI SBY, saat ke Padang Mengatas 2013 lalu.

Foto : SBY dan Istri (net)

Begitu benarlah suasana padang gembala Padang Mengatas, atau disebut Balai Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas milik Kementerian Pertanian di Luhak, Limapuluh Kota, Sumbar.

Sejak 4 tahun terakhir, Padang Mengatas mengalami kemajuan pesat.
“Populasi sapi di sini, sudah 1.500 ekor lebih. Ada simental, limocyn dan sapi lokal jenis pesisir,” kata Irwandi, Kepala BPTU HPT Padang Mengatas, belum lama ini.

Deputi Pembibitan Kementrian Pertanian Sugiono yang juga mantan Kepala BPTU Padang Mengatas menyebut, fasilitas peternakan ini adalah warisan pendudukan Belanda di Indonesia.

“Bahkan, sempat menjadi area peternakan terbesar se-Asia Tenggara,” kata Sugiono, terpisah. Padang gembala ini, pertama kali didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916.

Saat itu hewan yang diternakkan adalah kuda. Baru pada 1935 didatangkan sapi Zebu dari Benggala, India untuk dikembang biakan. Perjalanan peternakan ini kerap jatuh bangun.

Pada Zaman Revolusi Kemerdekaan sekitar 1945 –1949 kegiatan peternakan di area ini terhenti.

Baru, kemudian pada 1950 oleh Wakil Presiden Dr. Moh. Hatta dipugar kembali dan 1951 – 1953 dijadikan sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah dan di beri nama Induk Taman Ternak (ITT) Padang Mengatas.

Tahun 1955 ITT Padang Mengatas itu jadi peternakan yang terbesar di Asia Tenggara, di mana ternak yang dipelihara adalah ternak kuda, sapi, kambing dan ayam.

Padang Mengatas sempat mengalami kerusakan hebat, pada 1958 –1961, tepatnya saat terjadi pergolakan PRRI, dan lokasi ITT Padang Mengatas dijadikan sebagai basis pertahanan PRRI.

Foto : SBY dan Istri (net)

“Tahun 1973 –1974 Pemerintah Jerman mengadakan kajian di ITT Padang Mengatas maka pada 1974 – 1978 dilakukan kerja sama pembangunan kembali ITT Padang Mengatas antara pemerintah RI dan Jerman melalui proyek Agriculture Development Project (ADP),” sebut Sugiono.
‎
Nah, pada 1978, proyek ADP berakhir dan diserahkan kepada Departemen Pertanian dengan nama Balai Pembibitan Ternak – Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Padang Mengatas sesuai dengan SK Menteri Pertanian RI No. 313/Kpts/Org/1978 dengan wilayah kerja 3 propinsi yaitu Sumbar, Riau, dan Jambi.

Tahun 1978 Padang Mengatas dibiayai Pemda Sumbar dan Pemerintah Pusat. Barulah 1985 seluruh pembiayaan diambil alih pemerintah pusat.

Soeharto, Presiden RI saat itu, pernah berkunjung ke Padang Mengatas. Sampa kini, foto Soharto ada di sana. Begitupun Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Ada pula foto SBY dan Ibu Ani di Padang Mengatas.

Tak kalah penting, kedatangan Presiden RI Joko Widodo 2015, justru seakan membuat Padang Mengatas kena vitamin baru. Kini, Padang Mengatas terus berbenah. Beberapa infrastrukturnya dibenahi total.

Hijauan, rumput khusus untuk makanan sapi, kini semakin luas saja ditanam. Mirip di New Zeland, Padang Mengatas indah sekali.

Sehabis menikmati panorama alam yang sempurna di Padang Mengatas, selain bulan Ramadhan, jangan lupa meneguk susu sapi segar di luar. Ada warga yang menjualnya. Susu sapi murni. Anda tak ke sini? Rugi! (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Jumlah Perputaran Uang Di Pessel Selama Libur Lebaran
Libur Lebaran, Lembah Harau Diserbu Pengunjung
Di Objek Wisata Ini, TNI Amankan Objek Wisata
Romantisnya. Ngopi diantara Pohon Pinus
H+4 Jam Gadang dan Kebun Binatang Bukittinggi, Luar Biasa Ramai
Wow! Kunjungan Wisata Bahari Pariaman Capai 70 ribu Jiwa.
Rumah Pohon Panorama Baru Ramai Dikunjungi
Lebaran, Museum Buya Hamka Dipadati Perantau

Berita Terkait

Kamis, 21 Juni 2018 - 20:12 WIB

Ini Jumlah Perputaran Uang Di Pessel Selama Libur Lebaran

Rabu, 20 Juni 2018 - 22:08 WIB

Libur Lebaran, Lembah Harau Diserbu Pengunjung

Selasa, 19 Juni 2018 - 19:47 WIB

Di Objek Wisata Ini, TNI Amankan Objek Wisata

Selasa, 19 Juni 2018 - 11:17 WIB

Romantisnya. Ngopi diantara Pohon Pinus

Senin, 18 Juni 2018 - 17:16 WIB

H+4 Jam Gadang dan Kebun Binatang Bukittinggi, Luar Biasa Ramai

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB