H+4 Jam Gadang dan Kebun Binatang Bukittinggi, Luar Biasa Ramai

Penulis -

Senin, 18 Juni 2018 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar – Libur lebaran hari Ke empat di Bukittinggi masih ramai dipadati wisatawan. Selain perantau, pengunjung didominasi dari asal Sumatera Utara, Riau dan Jakarta.

Palang dan Jam Gadang Bukitinggi (Foto : RUD/PROKABAR)
Suasana pengunjung memadati objek wisata Jam Gadang Bukittinggi, Senin Siang (18/06/2018). (Foto : RUD/PROKABAR)

Anton berserta istri dan dua anaknya, wisatawan asal Riau contohnya, mengaku di Prokabar kebetulan makan di kedai Sate Jam Gadang, sengaja berlibur ke Bukittinggi karena memang strategis menikmati ragam sajian wisatanya. Selain pemandangan dan udaranya sangat sejuk, objek wisata kebun binatang, Museum peninggalan bersejarah sebagai edukasi serta berbagai buah tangan yang memuaskan hati.

Pengunjung memadati dan melintasi Jam Gadang. (Foto : RUD/PROKABAR)
Jam Gadang dan Suasana pengunjung di Sekitar Taman. (Foto : RUD/PROKABAR)

“Kami sangat menikmati wisata di Bukittinggi. Penginapan yang bagus, serta lengkapnya berbagai objek wisata edukasi. Mulai sejarah, pengetahuan umum, kebun binatang serta kuliner dan buah tangan yang dapat kami bawa pulang ke rumah,” lanjut Anton.

Suasana di Kebun Binatang, Seekor Gajah menghibur pengunjung bersama petugas. (Foto : RUD/PROKABAR)
Suasana Jembatan Limpapeh, penghubung Benteng fort De Kock menuju Kebun Binatang dipadati. pengunjung. (Foto : RUD/PROKABAR)

Hal sama dirasakan Nindie. Ibu satu anak sengaja berlibur untuk membawa anak berumur 4 tahun menikmati ragam permainan dan wisata edukasi kebun binatang. “Anak saya dapat puas melihat, mendengar, mempelajari dan memahami banyak binatang. Kami pun dapat menikmati kuliner khas minang dengan beragam unik,” kata Nindie.

Beberapa pengunjung berfoto ria di Palang Nama Benteng Fort De Kock. (Foto : RUD/PROKABAR)
Palang Benteng Fort De Kock. (Foto : RUD/PROKABAR)

“Kulinernya lezat-lezat. Sate Padang, Nasi Kapau, Rendang, Ikan Bakar serta beragam makanan yang sangat jarang kami nikmati di kampung halaman kami,” kata ibu muda asal Medan ini.

Seorang Anak menikmati hiburan menunggangi kuda di di sekitat Benteng fort De Kock. (Foto : RUD/PROKABAR)
Hiburan Sepeda bertali di Sekitar Benteng Fort De Kock. (Foto : RUD/PROKABAR)

Dari pantauan Prokabar.com kunjungan di sepanjang jalan Padang Luar dan persimpangan di Bukittinggi mengalami padat lancar. Dan diperkirakan puluhan ribu memadati objek wisata di Kota Bersejarah Sumbar tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB