Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Olah Raga

2019 Kawasan Mandeh Diusulkan Masuk Jalur TdS, Ini Kata Bupati Hendrajoni

Pessel, Prokabar – Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni, mengatakan, Tour de Singkarak (TdS) 2018, etape VIII yang berlangsung di Pantai Carocok, Painan, diharapkan mampu mendongkrak kemajuan pariwisata di daerah itu. Dan pada tahun 2019 nanti Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh akan dilalui.

Bupati menuturkan, untuk TdS 2019, pihaknya bakal mengusulkan kepada Menteri Pariwisata dan Gubernur Sumbar, agar rute yang dilalui pebalap TdS nantinya, bisa dilalui, Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, yang keindahan view lautnya sangat mempesona.

“Insya Allah kalau tidak ada aral melintang, akhir 2018 jalan ke Mandeh, selesai kita bangun,” ucapnya.

Untuk meramaikan iven berskala internasional tersebut, ia selaku kepala daerah, bakal mengajak Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, untuk bergabung dengan iven TdS tersebut.

“Jika daerah tetangga kita bergabung, maka Pessel, bisa menjadi tempat start sekaligus finish pada pehelatan TdS mendatang. Dalam artian, pesertanya semakin banyak dan daerah yang dilalui semakin luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan itu adalah yang ke 10 kali di gelar sejak 2009. Bahkan, Menteri Pariwisata, Arif Yahya, mengatakan, TdS merupakan tour sepeda nomor 3 terbesar di dunia, dan nomor 1 tertua di Indonesia. Menurutnya, banyak daerah lain yang terinspirasi dan mencontoh kegiatan tersebut. Sebab, iven itu mampu mempromosikan potensi pariwisata hingga manca negara.

“Namun, persoalannya sekarang, bagaimana kita mampu mengambil momentum TdS ini untuk bisa memaksimalkan segala potensi yang ada di daerah, terutama di bidang pariwisata. Dan ini merupakan tantangan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pessel, Dedi Rahmanto Putra, mengatakan, TdS merupakan iven tahunan berskala besar guna menunjang kemajuan daerah di bidang pariwisata.

“Namun, kata terbesar ini mesti kita ambil dampak positifnya dan apa keuntungannya bagi daerah. Tadi, saya setuju dengan ide bapak bupati bagaimana menjadikan Painan sebagai tempat start dan finish TdS. Dalam artian, sejauh mana komitmen kita memajukan kegiatan tersebut. Jika tidak, maka akan berlalu bersama angin,” ucapnya.

Ia menyebutkan, rencana bupati membuka kerjasama dengan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, merupakan ide yang sangat bagus. Hal itu diharapkan, agar rute TdS mejadi pertualangan yang baru bagi pebalap.

“Setidaknya menjadi cerminan rute baru bagi Pariwisata Sumbar. Biasanya orang pergi pariwisata, ke Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Batu Sangkar, lalu balik lagi ke Padang. Nah, denga dibukanya rute baru ini, pasti akan memiliki nilai jual yang positif untuk Pessel,” ujarnya.

“Tadi, saya bincang-bincang dengan pak bupati, kedepan jika tidak ada pihak ketiga yang berinvestasi di Pessel, maka kami sarankan perusahaan daerah yang memulai investasi. Misalnya, kita bangun sejumlah hotel di bagian strategis lain di kawasan carocok, tidak perlu terlalu besar sekitar kapasitas 25 atau 30 kamar, itu sudah cukup untuk menampung pebalap jika nantinya mereka menginap di Pessel,” ujarnya.

Selama masa periode kepemimpinan Bupati Hendrajoni, pihaknya berharap, bisa menjadikan Kabupaten Pessel lebih luas lagi. Sehingga Painan sebagai ibu Kota kabupaten, mampu menjadi lokomotif untuk kecamatan kecamatan penyangga.

“Misalnya, ide membuka jalur kereta gantung atau melanjutkan jembatan layang di kawasan Panasahan. Masyarakat kita berdayakakan dengan pemasangan lampu, tower atau sebagainya. Intinya, kita tidak setengah-setengah membangun Pessel. Mari bekerja sepenuh hati,” tutup politisi Golkar itu,(min)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top