​Waduh, Spin Off Jilid Dua Bisa Terjadi

Penulis -

Rabu, 3 Januari 2018 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Persoalan kebijakan Semen Indonesia soal PT Semen Padang makin meruncing. Apalagi kemaren (2/2), Serikat Pekerja Semen Padang mengeluarkan lima pernyataan sikap. Intinya mereka menuntut PT Semen Indonesia (PT SI) tidak terlalu mencampuri manajemen PT SP.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Demokrat HM Nurnas mengingatkan agar persoalan ini harus segera diselesaikan. Persoalan PT SP ini tidak hanya soal holding Semen Indonesia. Karena Semen Padang memiliki ikatan historis sangat kuat dengan masyarakat Sumatera Barat. 

“Tuntutan SPSP ini saya dukung, jika tidak segera direspon bisa saja Spin Off jilid dua terjadi,” ungkap Nurnas kepada prokabar.com

Nurnas menjelaskan bahwa PT SP ini tidak bisa disamakan dengan perusahaan lain. Lahan produksi Pabrik semen tertua ini adalah tanah ulayat masyarakat Lubuk Kilangan yang sifatnya tidak dimiliki oleh perusahaan. Berbeda dengan pabrik semen lain, dimana perusahaan membeli lahan tambang. 

“Semasa krisis moneter, Sumbar melalui APBD pernah membiayai produksi PT SP, ini tidak bisa dilupakan begitu saja oleh pemerintah pusat. Masyarakat merasa sangat memiliki pabrik ini,” Lanjut Ketua Komisi IV DPRD Sumbar ini. 

“Persoalan ini harus diperjuangkan bersama, jika perlu Pemprov harus menemui presiden menjelaskan masalah ini, saya berharap gubernur tidak diam saja,” sambungnya. 

Kecurigaan karyawan dan masyarakat muncul karena hingga kini PT SI belum menunjuk komisaris dan Dirut yang saat ini masih kosong. Ditambah lagi dengan ketidakjelasan sikap PT SI terhadap manajemen PT SP. 

Jika intervensi ini terjadi dikhawatirkan PT SP akan menjadi unit produksi dari PT SI. Konsekwensinya tidak ada manajemen sendiri, dan kemungkinan terjadi PHK besar besaran. Belum lagi hak masyarakat terhadap tanah ulayat yang akan tidak jelas (eda)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB