​Semen Padang Matangkan Program Pemberdayaan Masyarakat 2018

Penulis -

Selasa, 27 Februari 2018 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG, PROKABAR – Memasuki tahun ke empat program pemberdayaan masyarakat “Basinergi Membangun Nagari”, PT Semen Padang terus mematangkan program agar tepat sasaran dalam pemberian bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).

Untuk mematangkan program pada 2018 tersebut, semua elemen yang berkepentingan dalam program “Basinergi Membangun Nagari” pada Selasa (27/2) bersama Biro CSR Semen Padang mematangkan sekaligus sosialisasi serta finalisasi Rencana Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat (RKPM) yang akan dijalankan pada tahun 2018.

Kepala Biro CSR PT Semen Padang Muhamad Ikrar, mengatakan,  pihaknya bersama dengan forum nagari, ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), LCO, lurah, camat, hingga LPM melakukan pembahasan dan finalisasi RKPM.

“Hari ini juga kita akan matangkan semuanya untuk program 2018. Setelah melakukan rangkaian kegiatan sekarang sosialisasi dan finalisasi, serta penandatanganan. Program ini juga nantinya akan lansung diawasi oleh CSR,” kata Ikrar.

Sosialisasi dan finalisasi RKPM ini dibuka  Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto, dan juga dihadiri  Kadep Komunikasi Perusahaan  Semen Padang Iskandar Z Lubis, Camat lubuk kilangan Yalmasril, Camat Pauh Yefri Nawi, dan camat lainnya, Lurah Limau Manis, Lambung Bukit,  Pampangan, para  pengurus Forum Nagari Kelurahan, dan Kecamatan.

Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto, menjelaskan  Semen Padang berusaha mensinergikan pelaksanaan program CSR, termasuk dalam finalisasi pembahasan RKPM dengan melibatkan semua  unsur dalam masyarakat.

Pada tahun lalu, katanya,  Semen Padang berhasil meraih CSR Award dari berbagai program yang dilaksanakan.

“Kita cukup bangga bisa jadi percontohan dan bersama sukses dalam pelaksanaan program CSR. Bisa jadi Semen Padang  dapat menjadi benchmark  bagi perusahaan lainnya di Indonesia. Mereka bisa datang ke tempat kita untuk  sharing, termasuk dalam pelaksanaan forum nagari,” katanya.

Semua itu, kata Tri, tidak terlepas dari  perwujudan komitmen Semen Padang yang  tidak hanya fokus mengejar profit (laba),  tapi juga memperhatikan plane (lingkungan), dan  people (masyarakat).

Tri menambahkan,  keberadaan Semen Padang selama ini tidak terlepas  dari dukungan masyarakat sekitar.  Begitupula masyarakat tidak terepas dari aktivitas Semen Padang yang selalu berkontribusi bagi pembangunan.

Pada kesempatan itu, Tri Hartono juga mengungkapkan kondisi persaingan di industri  semen saat ini yang sangat ketat.  “Persaingan di industri semen saat ini bisa dibilang sangat ketat,  rata-rata laba turun.  Bahkan ada yang turun  50 persen lebih,” ungkapnya.

Pada 2017, dari total 106 juta ton produksi semen nasional, terjadi over capacity  sebanyak 35 juta ton lebih.

“Kami berharap dukungan semua pihak. Mari kita saling dukung. Kalau laba Semen Padang naik, tentu CSR juga semakin tinggi,” tambah Tri.

Koordinator LCO Kecamatan Lubuk Kilangan Zulmaidi, mengatakan, program ini adalah pemberdayaan masyarakat, dengan delapan tahapan mulai dari social mapping, analisa proposal, uji kelayakan, laporan.

“Seperti itu proses program bersinergi mambangun nagari ini. Kami telah melakukan survei khusus 7 kelurahan di Lubuk Kilangan, dan hasilnya program ini cukup memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, survei dilakukan dengan sampel 210 orang, dengan indeks kepuasan mayarakat terhadap perusahaan terus mengalami peningkatan sejak tahun 2015.

Camat lubuk kilangan Yalmasril menyampaikan terimakasih kepada PT Semen Padang yang terus memberikan perhatian pada masyarakat.

“Terimakasih atas bantuan PT Semen Padang melalui CSR pada masyarakat di daerah ini, terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat, ini tidak lepas dari partisipasi semua pihak, saya bangga terhadap PT Semen Padang,” kata Yalmasril.

Yalmasril berharap PT Semen Padang terus maju kedepannya, dengan berproduksinya pabrik Indarung VI, meski saat ini tantangan industri persemenan semakin ketat.

“Mari sama-sama kita mendoakan Semen Padang, dan memakai produk Semen Padang, dan tidak ada lagi semen dari luar yang masuk, dengan demikian Semen Padang akan semakin maju kedepannya,” harap camat tersebut.

Ia juga mengapresiasi bantuan yang telah dilakukan Semen Padang pada tahun 2017, seperti pembangunan jembatan di SMA 14, dan bantuan lainnya pada masyarakat diluar program pemberdayaan masyarakat.

“Semoga program tahun 2018 ini semakin tepat sasaran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kelurahan ini, Kota Padang, dan Sumatera Barat secara umum,” tegasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB