​Ribuan Lapau Dibedah Refrizal

Penulis -

Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Adakah anggota DPR yang membedah warung alias lapau di Indonesia? Bahkan jumlah lapau yang dibedah sudah mencapai 1.102 unit (per Februari 2018)

Refrizal anggota DPR asal Sumbarlah yang melalukannya. Angka 1.102 tidaklah kecil. Tiap kali reses ia fokus pada lapau. Dalam tradisi Minang, surau, lapau dan rantau adalah tiga institusi kuat dalam membentuk watak generasinya. Lapau adalah simpul informasi pedesaan.

Bagi Refrizal membantu orang per orang tentulah mustahil. Maka ia melihat lapau di nagari-nagari, di korong dan kampuang pada dasarnya tidak layak tetapi memungkinkan untuk berkembang. Modal kerja pemilik lapau pun ala kadarnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Coba saja uji belanja 10 ribu kasih uang Rp100 ribu, pasti susah  mengumpulkan uang kembaliannya,” kata dia.

Karena itu, katanya, jika ingin ekonomi bergerak maka ekonomi rakyat harus diperbaiki. Lapau adalahsalah satu bentuknya.

Pada acara reses Jumat (23/2) di Kampuang Jawa 2, Pariaman Tengah hadir ratusan orang. Ia kemudian memberikan bantuan dana untuk bedah lapau.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Kalau pulang Ajo ko, taruih mambantu, sero,” kata seorang warga.

Dalam pikiran Refrizal, lapau akan berkembang apabila pedagang lapau bersatu. Untuk itulah politisi senior ini mendirikan Koperasi Pedagang Lapau Sumatera Barat pada tahun 2015.

“Setelah ada koperasi, tentu pedagang lapau akan lebih mudah berkembang. Modal usaha juga akan mudah didapat. Nantinya kami akan bantu lapau untuk medapatkan modal usaha seperti kredit ultra mikro atau modal usaha dari PNM” ungkap politisi yang sudah 3 periode di DPR ini.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Kedepan, lapau-lapau ini akan dinaikkan kelasnya menjadi lapaumart berdasarkan potensi masing-masing lapau.

“Lapaumart ini seperti minimarket tetapi hanya menjual barang-barang yang berasal dari anggota koperasi pedagang lapau. Sehingga kearifan lokal dan produk khas lapau selama ini tidak terpinggirkan” pungkas Refrizal. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB