​Presiden Resmikan Indarung VI Saat HPN

Penulis -

Kamis, 18 Januari 2018 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Tahun 2017 menjadi tahun membanggakan bagi PT Semen Padang khususnya dan Sumatera Barat umumnya. Salah satu pabrik dengan nilai investasi terbesar di Sumbar, sebesarRp 4 triliun lebih, memiliki teknologi tinggi (Hi-Tech) dan ramah lingkungan,  sukses beroperasi .

Cement mill (peralatan tempat penggilingan akhir semen) Indarung VI  sebenarnya telah beroperasi  sejak  24 November 2016. 

Sementara,  raw mill (tempat penggilingan material mentah ) beroperasi  sejak 10 Januari 2017, dan kiln   (komponen untuk membakar material mentah menjadi bahan semen setengah jadi)  sejak 7 Februari 2017.  

Pabrik Indarung VI dibangun sesuai amanah  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Gresik (Persero), Tbk pada 16 Juni 2012 dan RUPSLB PT Semen Padang pada 19 November 2012. Peletakan batu pertama proyek Indarung VI dilaksanakan pada 26 Mei 2014.  

Pabrik ini jadi kebanggaan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan pabrik lainnya (eksisting),  yakni mengadopsi teknologi termutakhir, dan operasional pabrik yang ramah lingkungan.

Teknologi canggih yang dimiliki antara lain,  dedusting sistem (penangkap debu) yang sudah mempergunakan bag filter dimana pabrik eksisting masih memakai electrostatic precipitator (ESP). Dengan  bag filter emisi debu ke lingkungan lebih dapat dikendalikan ke lingkungan,  ditekan hingga maksimum 30mg/Nm3.

Pabrik Indarung VI menggunakan satu calciner,  dengan dimensi yang lebih besar. Dengan peralatan ini,  proses pembakaran dan heat transfer menjadi lebih efisien. 

Cross Bar Cooler Pabrik Indarung VI mengadospi teknologi terbaru dari FLSmidth yang dilengkapi dengan cooling fan dengan memakai VSD sehingga dapat  mendinginkan klinker lebih efektif, lebih hemat energy dan di sisi lain umur/lifetime dari wearing part lebih panjang karena tingkat keausannya kecil.

Cement mill pabrik Indarung VI  memakai  teknologi vertical cement mill.  Dengan teknologi ini,  power consumption menjadi 26 kWh/t  jika dibandingkan dengan tube cement mill dengan power consumption sebesar 32 kWh/t  (referensi Indarung V).

Di samping itu, semua main process fan yang dilengkapi dengan VSD sehingga performance fan bisa diatur sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan dan hemat energi.

Pabrik Indarung VI memiliki gas analyzer system yang dapat mengontrol kandungan gas dalam proses pabrik semen sehingga bisa dikendalikan proses yang terjadi dan  mutu udara ke lingkungan

Burner system pabrik ini  juga mengadopsi teknologi terkini sehingga dapat membentuk proses pembakaran yang efisien dan efektif.

Raw mill Indarung VI merupakan raw mill terbesar di dunia dengan kapasitas 750 tpd, namun dapat dioperasikan mencapai 1000 tpd.

Kemampuan drying coal mill Indarung VI yang sangat tinggi, dapat mengeringkan raw coal dengan kadar air 42% menjadi 12% pada fine coal. Coal mill dengan kapasitas mencapai 120 tph dapat mensuplai  fine coal untuk pabrik Indarung II, III, dan V.

Dari sisi operasional, pabrik Indarung VI merupakan prototype pabrik yang ramah lingkungan. Main desuting pabrik ini sudah mempergunakan bag filter sehingga dapat mengurangi emisi debu ke lingkungan, hasil Uji pihak ketiga (UNILAB) pada 14 April 2017 menunjukkan emisi buang BHF hanya 1 mg/m3 .

Gas cooling tower pabrik ini mengadopsi  teknologi spraying terkini sehingga proses cooling dari gas bisa lebih optimal sehingga dapat mengurangi pemakaian air.

Pabrik Indarung VI memiliki gas analyzer system yang dapat mengontrol kandungan gas dalam proses pabrik semen sehingga bisa dikendalikan proses yang terjadi dan  mutu udara ke lingkungan

Vertical Cement mill pabrik Indarung VI  dapat mengurangi pemakaian energy listrik sehingga secara tidak langsung menghemat pemakaian listrik dari PLN

Main process fan dan cooling pabrik ini dilengkapi dengan VSD yang dapat mengurangi pemakaian energy listrik sehingga secara tidak langsung menghemat pemakaian listrik dari PLN.

Sebagai wujud komitmen operasional pabrik yang ramah lingkungan, jajaran Indarung VI bertekad untuk emisi debu di bawah 30 mg/Nm3, menurunkan heat consumption, dan menurunkan power consumption.

Dari sisi operasional, pengoperasian pabrik Indarung VI lebih mudah dan lebih stabil. Pabrik ini memiliki raw mill dengan kapasitas 750 tph, telah bisa mencapai kapasitas 1000 tph (133.3% dari kapasitas desain). Kiln dengan kapasitas 8000 tpd telah bisa mencapai kapasitas > 9000 tpd (112.5% dari kapasitas desain).  

Cement Mill dengan kapasitas 250 tph telah bisa mencapai kapasitas 325 tph (130% dari kapasitas desain). 

Pabrik Indarung VI mengadopsi system pengontrolan kualitas produk dengan robot (robolab) yang dapat meningkatkan pengendalian kualitas dan mencegah human error. 

Layout pabrik Indarung VI  lebih tertata dengan akses yang lebih baik. Pabrik ini lebih bersih, rapi, dan nyaman.   

Bangunan CCR yang indah dan nyaman bagi setiap karyawan untuk beraktifitas sehari-sehari.  Peralatan dilengkapi dengan sistem keamanan yang menjamin keselamatan pekerja dan peralatan. Pabrik Indarung VI juga dilengkapi dengan Water Treatment Plant dengan proses canggih. 

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Pabrik Indarung VI  yang memiliki kapasitas produksi 2,4 juta ton klinker (setara dengan 3 juta ton semen),  diharapkan semakin memberikan kontribusi yang tinggi bagi perusahaan di masa-masa yang datang.

Memang diakui saat ini industri semen nasional tengah menghadapi cobaan berat, dengan terjadinya kelebihan suplai,  yang memicu persaingan harga di pasar.  

Produsen semen nasional juga dihadapkan tingginya cost akibat meningkatnya biaya produksi, serta biaya-biaya lainnya. Tidak berbandingnya antara income dengan cost, telah menggerus laba perusahaan perusahaan semen di Indonesia. 

Bertahan di Tengah Turbulensi

Tahun 2017 merupakan masa-masa yang penuh perjuangan bagi PT Semen Padang. Dalam kondisi industri semen yang mengalami turbulensi akibat sengitnya kompetisi, dan rendahnya  demand perseroan  bisa  bertahan dengan performance yang masih baik, dan meraih berbagai prestasi.

Sebelum 2014,  menjadi masa-masa keemasan bagi PT Semen Padang dan perusahaan persemenan lainnya di Indonesia. Pada saat itu, perusahaan semen pertama di Asia Tenggara ini, sukses mencatatkan laba tertinggi sejak seabad lebih berdiri, yakni di atas 1 triliun. Namun pasca itu, laba terus mengalami penurunan.  Hal itu dipicu bertambahnya pemain dalam industri semen nasional. Pada 2013, hanya ada 9 pemain semen nasional, namun pada 2017 meningkat menjadi 17 pemain yang tidak hanya perusahaan milik pemodal dalam negeri, tapi juga para pemain internasional.

Para pemain baru itu juga meningkatkan kapasitas produksi. Di sisi lain, demand nasional tidak bertumbuh positif seperti  yang diharapkan. Imbasnya, pada 2017 dengan total kapasitas produksi sebanyak 106 juta ton, dan demand hanya 71 ton, seluruh perusahaan semen ketar-ketir. Kondisi ini diperparah kenaikan harga pokok produksi. 

Ketika terjadi perang harga di pasaran, para pemain lain memilih menurunkan harga, hingga melakukan lay off terhadap karyawan. PT Semen Padang tidak mengambil langkah itu. 

Perusahaan kebanggaan anak negeri ini tidak melakukan PHK terhadap karyawan, namun mengambil strategi efisiensi untuk mempertahankan pangsa pasar dan memenangkan persaingan.

Selama  2017, PT Semen Padang mampu mencapai produksi yang menggembirakan, yakni sebanyak 7.444.143 ton dari target 7.433.900 ton. Produksi tahun 2017 ini tercapai 115,30 % dibandingkan tahun 2016, sebesar 6.456.059 ton. 

Sementara dari sisi penjualan, selama 2017 volume penjualan PT Semen Padang sebesar 7.706.870 ton atau 92,20 % dari target sebesar  8.359.000 ton.

 Dibandingkan dengan 2016, volume penjualan 2017 ini masih lebih tinggi 10,40 % atau sebesar 6.980.615 ton pada tahun sebelumnya.

Selama 2017, PT Semen Padang mencatatkan laba sebesar Rp400 miliar.  Pada 2018 ini, PT Semen Padang menargetkan pencapaian laba sebesar Rp600 miliar. (eda)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB