​Merpati di Masjidil Haram Jinak-jinak, Jangan Ditangkap

Penulis -

Jumat, 2 Juni 2017 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mekkah, Prokabar. Siapa yang sudah ke Mekkah akan menyaksikan ribuan burung merpati di sekitar Masjidil Haram. Bersama sayapnya, kecantikannya muncul kisah-kisah yang menakjubkan.
Kisah itu biarlah jadi kisah. Yang jelas, merpati itu, berjalan bersama sejarah, kian tahun kian banyak saja. Burung yang satu ini amat terkenal sejak zaman Mesir Kuno hingga saat ini.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Burung yang fokus, bisa terbang dalam kecepapan 77,6 Km/jam enam ribu kaki di atas permukaan laut, atau 2 kali tinggi pesawat sedang terbang dari Jakarta ke kota manapun di Indonesia.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Merpati juga bisa terbang 600 mil dalam sehari, bisa terbanga antar benua.

Burung yang tak pernah sesat ini, bisa menemukan jalan pulang sejauh apapun ia terbang. Ia bisa mengenali huruf latin dan arab

Burung-burung itulah yang berada di sekitar Masjidil Haram, terbang rendah, mencari makan, hinggap dekat orang shalat.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Tak pernah diganggu karena memang tak perlu diganggu. Yang ada difoto-foto dan disebar di seluruh dunia. 

Karena itu, merpati Mekkah jangan ditangkap, nanti cari perkara dan dosa (eda dari berbagai sumber)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB