​Kumpulkan Emas, Orang Minang Beli Pesawat RI01

Penulis -

Sabtu, 6 Januari 2018 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat ini berbagai pihak sedang mengumpulkan uang untuk membeli pesawat RI08. Tahukah Anda, RI01 bukan dibeli orang Aceh tapi oleh ibu-ibu Minangkabau. Tak tercatat, tapi tak masalah, nasionalisme bukan soal nomor urut di dinding pesawat.

Avro Anson

Langit Bukittinggi agak mendung, “Pak Hatta,” begitu urang awak menyapa Proklamator itu, sedang berpikir keras. Ia ingin bangsa besar yang baru tegak ini bangga atas dirinya sendiri. Kita harus punya pesawat terbang, tapi harganya mahal.

Hatta “meminta” uang pada ibunya yaitu kaum wanita Minangkabau. Dapat satu kaleng biskuit. Penuh. Emas itu dilebur, jadi 14 Kg. Lalu dibelikan pesawat Avro Anson di Thailand Selatan

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Desember 1949 pesawat itu mendarat di lapangan udara Gadut, Bukittinggi. Pada 9 Desember tahun tersebut pesawat pertama milik Indonesia itu diterbangkan kembali. Pesawat diterbangkan oleh Iswahyudi dan Halim Perdana Kesuma. 

Bung Hatta sebagai salah seorang pemrakarsa amat bangga, sayang saat kembali ke Bukittinggi, pesawat jatuh di Tanjung Hantu Malaysia. 

Monumen pesawat itu ada di Gadut, bisu dan nyaris tak dimengerti orang lalu.

Copot Anting dan Kalung

“Pak Hatta minta kita membantu beli pesawat, kita sedang berjuang,” kabar itu bagai dibawa angin ke seantero Minangkabau pada tahun-tahun yang berat 1948 -1949. Minangkabau baru saja menyelamatkan Indonesia dengan PDRI, kini datang permohonan dari Hatta.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Ibu-ibu Minangkabau kemudian mencopot subang, gelang, cincin dan kalungnya. Emas perhiasan itu dikumpulkan dari desa ke desa, kota ke kota.  Emas tadi dikumpulkan dan dibawa ke Bukittinggi.

“Dapat satu kalung biskuit, lalu dilebur,” kata almarhum ketua PWI Sumbar, H. Kamardi Rais Dt. Simulie. Emas yang dilebur itu beratnya 24 Kg lantas dibarter pesawat Avro Anson.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jika hari ini Anda naik pesawat dan mendarat di Bandara Halim Perdanakesuma Jakarta, maka nama itu diambil dari pejuang bangsa yang membawa pesawat pertama milik bangsa. Pesawat jatuh sejarahnya lenyap nyaris tak berbekas.

Saya menyaksikan pembangunan monumen Avro Anson di gerbang lapangan terbang Gadut Bukittinggi. 

Tulisan : Khairul Jasmi (pemred singgalang)

Kisah avro anson ini pernah dimuat di Republika dan kemudian jadi salah satu tulisan dalam buku kumpulan featurenya. Buku tersebut diluncurkan Presiden Jokowi di Jakarta. [*]

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB