Prokabar, Raqa — Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tamat sudah. The end. Lho apa yang terjadi?
ISIS tamat ketika pasukan koalisi Arab- Kurdi dan Pasukan Demokratik Suriah serta tentara AS melumat markas organisasi terorir itu di Ar Raqqah, Suriah, Selasa (17/10).
Kota maut yang penuh islami itu, dijadikan ibukota oleh ISIS sejak 2014 dan kemudian, sepanjang siang dan malam, ketakutan menjadi temat setia warganya. Ribuan orang mengungsi, namun banyak yang terjebak.
Pada pertempuan dia hari yang berakhir Selasa, dua markas ISIS, rumah sakit dan stadion dikuasai pasukan koalisi.
Dari kota inilkah ISIS menyebar teror ke seluruh dunia, menyebar video maut, merancang serangan dan ke kota ini,tujuan para pentalonnya yang datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Indonesia.
Pewarta asing melukiskan, pada Selasa malam, pasukan koalisi berpesta merayakan kemenangan dan orang-orang ISIS bergelimpangan dan sebagian lainnya kabur. Ada ratusan orang anggota pasukan ISI di sana yang bertahan, akhirnya kalah telak. Dengan demikian “ISIS selesai sudah.”
Sebenarnya Senin tengah malam, Pasukan Demokratik Suriah telah menggenggam kota Raqqa. Pasukan ini bahu-membahu dengan pasukan Kurdi dan AS, menyisir seluruh kota guna mengauasia sepenuhnya kota tersebut. Maka tak lama setelah kemenangan, para tentara menarikan Dabkeh, sebuah tarian trasional yang dikenal luas di daerah Bulat Sabit, Jazirah Arab itu. Demikian kabar prokabar dari Suriah. (laf)
















