​Benarkah Aidit Orang Minang?

Penulis -

Sabtu, 23 September 2017 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Dipa Nusantara Aidit atau yang dikenal sebagai DN Aidit tokoh central PKI, benarkah orang Minang?
“Ibu Minang, Maninjau,” kata anak Aidit, Ilham Adit menjawab Karni Ilyas dalam acara ILC, dengan tema, PKI Hantu atau Nyata?

” Saya sudah lama dengar Aidit orang Maninjau tapi tidaknada referensi soal itu,” kata Rasmanur seorang warga di Padang, tadi.

Karena anak kandungnya yang berkata maka jelaslah kini. Menurut si anak, neneknya dari Maninjau. Sedang ayahnya asli Belitung.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Ini berbeda dengan apa.yang ditulis adik Adit, Subron Aidit.

Dalam berjudul Aidit Abang, Sahabat dan Guru Masa Pergolakan itu, nama kakaknya yang benar Achmad Aidit tapi kemudian atas seizin ayahnya nama itu diganti dan disahkan pengadilan menjadi Dipa Nusantara Aidit.

Menurut dia DN bukan Dja’far. Sementara anak anak Aidit, Ilham Aidit justru yang benar Dja’far Nawawi. Ia juga menyebut kakeknya seorang Masyumi tapi Subron membantah hal itu dalam bukunya yang terbit 2003 tersebut. Penerbitnya Nuansa Cendikia  Bandung.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Mana yang benar? Adik kandung Aidit atau anak kandung Aidit?

Ah biarlah yang jelas jangan lupa nobar film 30S PKI ya. Film ini adalah satu-satunya film yang jadi pegangan saat ini. PKI merupakan partai  hebat di zamannya. Dekat dengan Bung Karno. Partai ini anti Tuhan. Sejak 1948 partai ini sudah tidak beres karena membantai ulama NU. Kemudian ajaran partai terlarang itu masuk ke berbagai lini. Puncaknya para jenderal berkuasa dibantainya dan jenazahnya dimasukkan sumur di Lubang Buaya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Nah hati-hati dengan asutan PKI. (eda/laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB