​Banjir Padang Butuh Penanganan Serius

Penulis -

Rabu, 30 Agustus 2017 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Banjir di Kota Padang adalah hal yang berulang,  tiap hujan tiba, air tergenang, bahkan di jalan utama kota. Jalan yang seharusnya menjadi wajah Kota Padang. Banjir membuat warga tak nyaman, was was ketika hujan lebat turun.
Karena itu menurut politisi Golkar Weno Aulia, penanganannya harus matang. Para ahli dan praktisi diminta bisa memberikan masukan kepada pemerintah kota. Karena sulit jika pemerintah bekerja sendiri.

“Penanganannya tidak bisa sporadis lagi, harus matang mendalam dan untuk jangka panjang,” kata Weno di Padang.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Menurut dia, Pemko Padang pasti sudah punya daftar titik-titik banjir dan genangan. 

“Harus diumumkan kepada warga kapan semua titik itu tidak banjir lagi,” katanya.

Pemko Padang tentu punya keterbatasan anggaran. Karena perbaikan drainase maupun normalisasi, membutuhkan biaya tidak sedikit. 

“Di sanalah peran orang-orang yang punya jejaring ke pusat kekuasaan, cari dana,  Padang kan ibukota provinsi,” katanya

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Mencari dana ke pusat, jika “dipanjat” pasti dapat. Ia melihat banyak orang bisa melalukannya. “Insya Allah saya juga bisa,” lanjutnya.

Bagi Weno, Padang harus dibangun dalam kebersamaan. Misalnya ada riol yang tersumbat di depan toko atau rumah sendiri tak perlu pemerintah yang membersihkannya.

“Kita harus turun tangan bersama, bagi yang rela turun maka itu gambaran bahwa rumah tangganya baik,” kata dia.

Jika hanya mengkritik tanpa solusi itu namanya mencak-mencak. “Lihatlah pers bekerja selalu mengeritik dan memberi solusi, itu cara yang benar,” kata anak Hasan Basri Durin ini.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Warga diminta aktif pula mempostingkan genangan, banjir ke media sosial. “Ada jalan tergenang dan tidak terurus semestinya, postingkan saja biar pemerintah tahu,” ulasnya.

Tak ada salahnya juga Padang meniru Pemprov DKI Jakarta yang menggagas aplikasi Qlue yang bermanfaat bagi masyarakat untuk melaporkan aduan adanya kemacetan, tumpukan sampah, banjir, jalan rusak dan lainnya.  (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB