Bukittinggi, Prokabar — Pagi masih dingin di Bukittinggi, Senin (30/10). Api masih manyala dan raungan sirene mobil pemadam sambung-bersambung. Saat itulah warga dan pedagang bahu-membahu untuk apa yang bisa diselamatkan.
Pekik histeris, air mata berderai dan doa baik tanpa suara maupun dibaca keras-keras, terdengar dimana-mana. Api terus bergelora, asap hitam membubung tinggi, melampaui tingginya Jam Gadang.
Asap hitam itu berbau kain, plastik, juga bau kayu. Di kawasan yang “aman” pedagang menumpuk barang-barangnya. Ada kain berbal-bal, pakaian jadi dan perkakas-perkakas lain. Kaum ibu, menunggu lelaki berlari ke arah api mengambil apa yang bisa diselamatkan.
Kabar Pasar Atas Bukittinggi terbakar pukul 6.00 pagi itu tersiar cepat kemana-mana. Netizen memotret mempostingkan dan mengomentari fotonya. Dibagi dikomentari lagi. Sementara itu pedagang Pasar Atas mandi keringat, petugas pemadam hampir dari semua daerah di Sumbar datang ikut memadamkan api.
Seorang ibu pedagang pakaian wanita, terlihat mandi keringat. Ia dan anaknya berlari ke lokasi kebakaran dan kembali membawa barang-barang yang sudah diambil suaminya dari toko agak ke dalam di dekat blok C Pasar Atas.
Blok C merupakan sumber api, belum diketahui dari kios mana.
Prokabar.com yang berada di lokasi kebakaran menyaksikan, hampir semua Pasar Atas ludes. Ribuan pedagang di sana pada Senin selain termagu dan berdoa juga bekerja keras bahu-membahu bersama warga menyelamatkan barang dagangan. Meski begitu banyak yang tak bisa disentuh karena lokasi yang berbahaya.
Sampai siang Pasar Atas sebagian besar sudah jadi puing. Bara membara dan basah sisa air dari mobil pemadam.
Bukittinggi sejak pagi kelelahan juga warganya. (laf)




















