​Awas, Tayangan Asing Merusak Masa Depan Bangsa

Penulis -

Selasa, 6 Juni 2017 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Ketua Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan saat ini dunia penyiaran di Indonesia sudah -masuk kategori awas. Pengaruh tayangan dari luar sangat besar dan sejumlah industri penyiaran tanah air mengadopsi tayangan itu untuk meningkatkan rating demi mendapatkan kue iklan yang besar. Namun, bakal berdampak negatif bagi masa depan anak bangsa. Oleh karena itu, perlu perkuat industri penyiaran lokal dengan siaran-siaran yang mendidik, tidak konsumtif atau tidak hedonis.
“Global impact sangat kuat mempengaruhi gaya pertelevisian dan minat dari penonton di negara kita. Jika tidak kita awasi secara bersama, akan berbuntut panjang dengan lemahnya daya saing generasi muda kita ke depan,” ujar Yuliandre saat dialog dengan para pemimpin media massa dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar di Pangeran Beach Hotel, Padang, Selasa (6/6).

Saat ini sinetron asing masih menjadi favorit masyarakat, terbukti dengan rating paling tinggi. KPI tidak bisa berbuat banyak karena aturan menegaskan tayangan asing bisa diaiarkan 40 persen dari total jam siaran.

Dalam dialog yang membahas kondisi terkini dunia penyiaran di Indonesia ini, Yuliandre didampingi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Andalas (Unand), Alfan Miko, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), Harmonis.

Menurut ketua lembaga negara termuda sepanjang sejarah itu, saat ini masyarakat media harus saling bahu membahu menangkal isu hoax yang sering muncul. “Kami, di KPI butuh regulasi yang baru agar bisa berperan sesuai sebagaimana mestinya, sesuai dengan perkembangan zaman. Hari ini, jujur. KPI itu kerdil, tidak bisa memberikan sanksi ke artis stasiun TV dan radio, dampaknya kualitas siaran banyak yang memburuk dan terindikasi tidak mendidik. Apalagi dengan banyaknya produksi isi siaran dari luar yang seringkali tidak sesuai dengan kultur kita,” tegasnya.

Selain itu, Yuliandre juga mengatakan industri media, sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan suatu bangsa. “Jika media lemah, hancurlah suatu bangsa. Saya sengaja hadir dan mengundang pemimpin media di Sumbar untuk mengajak memerangi isu-isu hoax yang bisa memecah belah bangsa secara umum di Indonesia dan Sumbar khususnya. Jadi mari kita perkuat saring sebelum sharing informasi,” katanya. 

Tanpa dukungan dari berbagai pihak yang ada di Sumbar, Kata Yuliandre, dirinya tidak akan kuat dalam memimpin KPI. “Pada kesempatan ini saya minta dukungan dan ingatkan jika keliru dalam bersikap,” pungkasnya.

Selain itu, Yuliandre juga menyinggung beberapa perubahan UU Penyiaran, seperti sanksi denda bagi yang melanggar. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB