​AKTIVITAS KEGEMPAAN DIWILAYAH SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA PERIODE JANUARI – MEI 2017

Penulis -

Senin, 5 Juni 2017 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Panjang, 05/06/2017. Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang selama bulan Januari- Mei 2017 diwilayah Sumatera Barat dan sekitarnya telah terjadi sebanyak 211 kali gempabumi dan terdapat 7 event gempabumi dengan magnitudo diatas 5 SR dan 3 diantaranya berdampak dirasakan yaitu gempabumi yang terjadi pada tanggal 10 April 2017 jam 20:23:55 WIB dengan kekuatan 3,6SR dirasakan di Agam I – II MMI, di Pasaman III MMI, tanggal 10 April 2017 jam 22: 46:40 WIB dengan kekuatan 3,7 SR dirasakan di Padang II MMI dan tangal 21 April 2017 jam 11:00:29 WIB dengan Kekuatan 5,3 SR dirasakan di Mentawai IV MMI, di Padang II MMI, di Pariaman II MMI.
Berdasarkan hasil analisa gempabumi yang terjadi di Sumatera Barat gempa gempa tersebut disebabkan oleh aktivitas subduksi, aktivitas sesar Mentawai dan akitivitas sesar Sumatera. Gempabumi yang terjadi pada tanggal 21 April 2017 yang terjadi di sekitar Pulau Sipora dengan kekuatan 5.3 dan pada kedalaman 14 Km dan berdampak dirasakan oleh masyatakat yang tinggal di P.Sipora dan sekitarnya ini disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi tumbukan lempeng tektonik pada kedalaman 14Km.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sedangkan aktivitas kegempaan wilayah Sumatera Barat pada bulan Mei 2017 berdasarkan catatan BMKG Padang Panjang telah terjadi 16 kali gempabumi dan terdapat 1 kali gempabumi dengan magnitudo diatas 5 SR.

GEMPABUMI TEKTONIK DISEKITAR GUNUNG MARAPI

Berdasarkan hasil monitoring oleh BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang pada tanggal 12 Januari 2017 telah terjadi gempabumi tektonik disekitar lereng gunung Marapi dengan kekuatan 2.4 SR pada kedalaman 15km gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas sesar Sumatera pada segmen SIANOK. 

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pada hari Minggu tanggal 4 Juni 2017 pukul 10.00 WIB gunung Marapi telah menunjukkan aktivitasnya dengan erupsi menyemburkan abu vulkanik dan berdampak sebaran abu vulkanik diwilayah Kabupaten Tanah Datar. Melihat dari kejadian gempabumi disekitar gunung Marapi sebelumnya dengan magnitudo yang relatif kecil maka dapat disimpulkan bahwa sangat kecil kemungkinan kejadian erupsi gunung Marapi ini disebabkan karena dipicu gempabumi tanggal 12 Januari 2017 yang lalu, dan dari catatan BMKG Padang Panjang periode Januari-Mei 2017 juga tidak terdapat kejadian gempabumi significant yang berdampak serius sehingga dapat memicu aktivitas gunung Marapi di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Dari hasil monitoring gempabumi periode Januari-Mei 2017 oleh BMKG Padang Panjang dapat disimpulkan bahwa : (1) Wilayah Sumatera Barat merupakan wilayah yg tingkat aktivitas kegempaannya tinggi, (2) Hasil monitoring bulan lalu telah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan  dizona laut disekitar kabupaten Pesisir Selatan, hal ini tentunya perlu menjadikan perhatian kita semua untuk selalu waspada tidak hanya pada daerah yang terjadi peningkatan aktivitas kegempaan tapi juga wilayah wilayah lain di Sumatera Barat agar tetap selalu mewaspadai bahwa gempabumi belum bisa diprediksi dan sewaktu waktu dapat terjadi, mengingat di Sumatera Barat terdapat tiga sumber ancaman gempabumi yaitu sesar Sumatera, Sesar Mentawai dan Subduksi lempeng di Samudera Hindia sebelah Barat Pulau Sumatera.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB