Peristiwa

​Sejuta Perantau Minang, Mudik

Jakarta, Prokabar. Berbagai perusahaan termasuk semua BUMN berpartisipasi untuk angkutan mudik gratis. Beda dengan itu, sejuta perantau Minang, pulang mandiri.
Mereka naik pesawat dan berkonvoi via jalan darat. Menembus jalan lintas Sumatera yang legendaris itu.

Suku bangsa yang satu paling unik di Nusantara. Provinsi Sumbar penduduknya hanya 5 juta tapi perantaunya 10 juta.

“Kami adalah melodinya nasionalisme bangsa ini, kam ada dimana-mana,” kata Nurman seorang perantau Minang di Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Katanya, jika rumah makan di sebuah kota masih terlihat buka, maka kota itu aman. “Maka warganya masih aman dan nyaman.”

“Rumah makan padang, Semen Padang dibeli orang kalau dia perlu, tak ada orang menimbun nasi tak ada menimbun semen. Dibeli kalau perlu, kami adalah ahlinya,” kata ayah satu anak ini dengan bangga.

Ia sudah mendengar kabar sejuta perantau Minang akan pulang bersama yang oleh mereka disebut Pulang Basamo.

Kepala Biro Rantau Provinsi Sumatera Barat Budi Luhur, memang berkata, sejuta perantau siap disambut.

Di Indonesia hanya provinsi ini yang punya OPD Biro Rantau.

Tiket bikin inflasi

Menurut catatan prokabar.com, inilah satu-satunya provinsi di Indonesia yang membuat surat ke maskapai Garuda, agar harga tiket jangan terlalu tinggi.

Tak ada uang untuk membelinya? Bukan. Menurut catatan BPS dan Bank Indonesia setempat, harga tiket yang kelewat mahal untuk rute ke Padang dan sebaliknya selama musim lebaran telah menyebabkan inflasi.

Apalagi arus baliknya menurut catatan Garuda paling lama di Indonesia: dua bulan.

Saat ini semua bupati dan walikota apalagi gubernur sudah membuat agenda untuk menyambut para perantaunya 

Lebaran sekitar 15 hari lagi. (nrs)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Berikan Komentar

To Top