​PKI Membonceng Penumpasan PRRI, Orang Minang Dibantai

Penulis -

Minggu, 30 September 2018 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Masih ingat PRRI? Kala Achmad Husein! mencabut tanda pangkatnya di halaman gubernuran Sumbar di Padang sekarang, sejarah pun dimulai.

Saat itu 1958 dan bertahun-tahun kemudian Ranah Minang gelap oleh nasib buruknya.

Saking buruknya nama anakpun dibuat sehebat mungkin agar hilang bau Minangnya. Takut.

PRRI disebut peristiwa, ada yang bilang pemberontakan. Para sejarawan meluruskannya, “koreksian” pada pemerintah pusat yang sudah condong ke kiri.

Singkat cerita, tentara pusat masuk untuk memadamkan pemberontakkan itu. Senjata menyalak dari darat laut dan udara. Anak negeri ijok ke rimba raya.

Adalah Brigjen TNI (pur) DR Sjaafroedin Bahar dalam bukunya Etnik, Elite dan Integrasi Nasional;Minangkabau 1945 -1984, Republik Indonesia 1985 – 2015 diterbitkan Gre Publishing Yogyakarta 2015, yang berkisah soal penumpasan PRRI.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Penumpasan PRRI disebut Operasi 17 Agustus. Tentara yang dikirim ke Sumbar terdiri dari tiga golongan.

Pertama para perwira yang bertugas menumpas pemberontakan dengan tetap menghormati budaya Minang. Contohnya A Yani.

Golongan kedua menumpas secara tuntas apapun caranya. Biar cepat selesai, termasuk memakai jasa PKI. Perwira ini misalnya pengganti A Yani yaitu Kol Pranoto Reksosamodra. Kolonel ini membentuk Organisasi Keamanan Rakyat (OKR). OKR dibagi dua golongan A dan B dan anggotanya 6.341 orang. Rinciannya A 1.665 dan B sebanyak 4.676.

Tugas kelompok A membantu TNI memelihara keamanan. Kelompok B membantu memelihara keamanan dan pembangunan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Anda tahu satu balayon itu 700 prajurit? Nah kalau 6.341 orang itu artinya sekitar 9 batalyon. Itulah angkatan kelima tersebut.

Sembilan balatyon OKR itu isinya mayoritas dari Pemuda. Rakyat yang tak lain organisasi di bawah PKI.

Tahukah Anda instruksi hanya membentuk OKR dengan 150 anggota, tapi nyatanya lebih dari 6.000.

Kini golongan ketiga yaitu perwira yang menangguk di air keruh. Tumpas dan manfaatkan peluang untuk menyemai lebih luas lagi paham komunis sampai ke desa-desa. Makanya jangan heran kemudian ada walinagari yang PKI. Perwira ini membentuk Organisasi Perlawanan Rakyat (OPR) sebuah organisasi yang kebengisannya di Ranah Minang tak tertandingi sampai kini.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Dalam golongan ketiga ini ada nama-nama seperti Mayor Latif, Lettu Untung yang kelak memberontak bersama Aidit.

Baca Juga : Benarkah Aidit Orang Minang

Mereka memperalat OPR. OPR boleh bertempur sendiri tanpa se izin Kodam. Kolonel Dahlan Djambak yang dihormati itu dibunuh oleh OPR di sebuah rumah bersama ponakannya dan rumah itupun dibakar.

OPR itu seperti setan dengan ladiang tajam di kedua tangannya. Jangankan dia, anjing saja diusir maka kita akan ditembaknya.

OPR itu tulen PKI-nya mereka beroperasi di desa-desa, memaksa penduduk masuk PKI.

Kalau OPR dibantah, mati tantangannnya.

Lanjut Halaman 2 –>

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB