Menurut kisah yang disampaikan generasi remaja kala itu 1958 sampai 1969, OPR banyak membantai rakyat dan memperkosa.
Ketakutan meluas, yang “berani” lari ke rantau secara massal yang ragu-ragu lari masuk hutan disebut ijok.
Lebih 10.000 orang Minang tewas dan angkanya bisa turun naik tergantung sumber. Itu satu hal, masalah lain mental sudah jatuh ulah PKI dan OPRnya.
Orang tak bersalah bisa hilang malam dibuatnya. Rumah orang-orang Masyumi disilang merah.
OPR sejahat-jahatnya orang. Lalu tibalah saatnya roda berputar, komunis ditumpas dan anggota OPR diburu sampai ke liang batu.
Baca Juga : Benarkah Aidit Orang Minang
Minangkabau marah. OPR tinggal nama dan sampai kini terus disebut. (eda)
Halaman : 1 2
















