Trending | News | Daerah | Covid-19

Artikel

​Inilah Riwayat Nasi Kapau nan Enak….

Dibaca : 2.6K

Bukittinggi, Prokabar — Anda sering dengar kabar kelezatan nasi kapau? Atau pernah menyantapnya. Wow pasti enak. Lalu bagaimana riwayat kuliner itu berasal?
Prokabar.com mengajak Anda membayangkan Bukittinggi sebagai titik yang berada di tengah-tengah. Titik itu dikelilingi desa-desa (nagari).

Ratusan tahun silam di Agam Tuo yaitu Bukittinggi dan nagari sekitarnya disepakati satu konsep yang dalam khasanah ekonomi kerakyatan sekarang disebut one village one product. Satu desa satu produk.

Kapau adalah nama nagari, warga di sini spesialisasinya kuliner, nasi kapau.

Orang Kapau takkan mau misalnya membuat perhiasan dari perak atau emas sebab itu ” jatah” nagari lain.

Maka bersama-sama orang Agam Tuo menjaga nasi kapau. Nasi itu dijual di kota mereka, Koto Rang Agam: Bukittinggi.

Kalau Kapau dengan nasi, maka Bukit Apit dengan kopi maka terkenallah kopi bukit apit. Kopi itu sudah terkenal kemana mana.

Lalu  Lawang spesialisasi tebu. Kini tebu lawang jadi primadona. Bahkan pada masa dahulu, Lawang adalah produsen tebu terbesar di Sumatera Barat. Kinipun masih seperti itu, tebu lawang masih bisa dijumpai di pinggir jalan.

Soal kerupuk ubi, tidak ada yang mengalahkan Sanjai. Kerupuk Sanjai yang kini menjadi trademark, sejatinya berasal dari Nagari Sanjai. 

Kemudian Matur spesialisasi kacang. Ampek Angkek  pakaian, Tilatang Kamang perkayuan, Koto Gadang pandai perak, Guguak Tabek Sarojo pandai emas, Sungai Pua pandai besi, Banuhampu berladang sayur, Pakan Sinayan bibit sayur. 

Itulah antara lain spesialisasi mereka dan semua dijual ke Bukittinggi pada Sabtu dan Rabu. Hari Balai. Makanya Pasa Ateh adalah pasar serikat.

Bukittinggi koto rang Agam oi andam…

Mana ada di Indonesia one village one product sehebat ini? Jauh sebelum pemerintah menggerakkan program ini, masyarakat Agam sudah lebih dulu berbuat. Dan berhasil.

Nenek moyang kita saja bisa, kenapa sekarang kita tidak? Tiru dan jagalah .(nrs/laf)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top