Artikel

​Inikah Alquran Zaman Nabi, Mau Tahu?

Prokabar, Birmingham – Alquran dari dulu tidak pernah berubah isinya. Hal ini dijamin oleh Sang Empunya Allah SWT. Lalu adakah Alquran asli yang masih tersimpan untuk membuktikannya? 
Jauh di sana, di kiri daratan Eropa, Inggris ditemukan potongan Alquran yang ditulis di atas kulit domba semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Penemuan itu tepatnya di University of Birmingham. 

Panjang kulit domba itu, hanya dua halaman folio dan merupakan potongan surat ke-18 dan ke-20. Penulisan mushaf Alquran ini diperkirakan dilakukan antara 568 dan 645 Masehi sedangkan Nabi Muhammad SAW hidup pada 570 hingga 632 Masehi. 

Potongan tulisan ayat Alquran di kulit domba itu sudah berada di sana 100 tahunan. Tidak seorangpun tahu sebab terselip di antara lebih 30 ribu buku dan dokumen Timur Tengah dan Islam.

 Semua itu dikumpulkan pada tahun 1920 oleh seorang pendeta dari Mosul bernama Alphonse Mingana. Upaya ini disponsori oleh salah satu anggota dinasti pembuat cokelat di Inggris, Edward Cadbury.

Lalu kenapa bisa bertemu? Dokumen tiga tahun silam di laman the Telegraph, menyebut seorang peneliti S-3 menemukan dokumen ini lalu memutuskan untuk melakukan uji radiokarbon. Hasilnya, ternyata mengejutkan. the Telegraph, menyebutkan analisis radiokarbon menunjukkan Alquran ini berusia sekitar 1.370 tahun. Analisis yang dilakukan Oxford University Radiocarbon Accelerator Unit ini memiliki tingkat akurasi 95 persen.  

Direktur yang menangani koleksi istimewa di University of Birmingham, Susan Worrall, mengakui para peneliti tidak pernah menyangka bahwa usia Alquran itu sedemikian tua. 

“Menemukan bahwa kami memiliki potongan Alquran yang tertua di dunia adalah hal yang amat mengejutkan,” ujar Worrall yang dikutip BBC. 

“Kami terkejut ada dokumen bersejarah yang penting di sini, di Birmingham, kota  paling beragam di Inggris,” katanya seperti dilaporkan the Independent. 

David Thomas, profesor studi Kristen dan Islam di Univresity of Birmingham, mengatakan, penulisan Alquran mungkin dilakukan pada tahun-tahun awal lahirnya Islam. Nabi Muhammad menerima wahyu antara 610 dan 632 Masehi.  

“Orang yang menuliskannya mungkin mengenal baik Nabi Muhammad. Mungkin ia juga bertemu langsung (dengan Nabi Muhammad–Red), mungkin juga ia mendengarkan langsung ajaran beliau. Ia juga mungkin mengenal beliau secara langsung dan itu perkiraan yang bisa ditelusuri,” kata Thomas kepada BBC dan sekarang dilansir prokabar.com untuk Anda.

Menurut Thomas, pada tahap awal penulisannya, Alquran dituliskan pada batu, lembaran daun kurma, atau kulit domba. Semua potongan itu akhirnya terkumpul pada sekitar 650 Masehi.  Demikian prokabar.com mengabarkan, Allahualam (*)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top