Artikel

​Ini Pidato Pantun Gubernur Sumbar Dalam Puncak Perayaan HPN

Padang, Prokabar – Dalam puncak perayaaan HPN di Padang, Jumat (9/2), Gubernur Sumbar tampil beda dalam sambutannya. Irwan Prayitno memberikan sambutan HPN dalam bentuk pantun.

 

Ini isi pantun Irwan Prayitno itu : 

1. Badan melenggok tangan gemulai.

Langkah serasi dengan iramanya.

Dengan Alhamdulillah sambutan dimulai.

Shalawat kepada Nabi susulannya.

2. Di dalam sangkar burung tekukur.

Bangun pagi, burung diurus.

Setiap waktu kita selalu bersukur.

Nikmat Allah bertambah terus.

3. Mobil dibeli ternyata inden.

Pedagang memandu secara santun.

Ma’af diminta kepada Bapak Presiden.

Menyampaikan sambutan dalam bentuk pantun.

4. Katanya bersih dengan pepsoden.

Rumput banto tak lagi berguna.

Selamat datang Bapak Presiden.

Di Sumatera Barat “Rancak Bana”.

5. Sore hari memasang lukah.

Sambil di sawah mencari lengkitang.

Hari ini Sumbar mendapat berkah.

Bapak Jokowi telah datang.

6. Selalu dicari kuliner Rendang.

Dibawa oleh-oleh untuk dibagi.

Sudah tiga hari Bapak di Padang.

Kalau boleh, tambahlah sehari lagi.

7. Datang jauh dari Fak-Fak.

Menjelang malam baru mendarat.

Semua menerima kehadiran Bapak.

Seluruh masyarakat Sumatera Barat.

8. Memang hitam warnanya rambut.

Tidaklah sama dengan bulu kuda.

Tamu datang semua kami sambut.

Seluruh tamu tidaklah berbeda.

9. Terang cahayanya Bulan Purnama.

Duduk di taman seorang diri.

Ada yang tidak tersebut nama.

Ma’af diminta sepuluh jari.

10. Masih subsidi harganya solar.

Tentu masyarakat yang berekonomi lemah.

Tiap tahun HPN digelar.

Alhamdulillah Sumbar.sebagai tuan rumah.

11. Salam perdana tak saling kenal.

Di dalam hati tetap disimpan.

Selamat Hari Pers Nasional.

Semoga pers semakin maju ke depan.

12. Dari Bali hendak ke Banyuwangi.

Naik ke kapal, mobil soluna.

Satu hal yang rakyat paling disenangi.

Penampilan Bapak yang sederhana.

13. Sumatera Barat Nagari Madani.

Narkoba dan maksiat selalu diperangi.

Bapak Presiden memimpin dgn.nurani.

Rakyat kecilpun tetap Bapak sambangi.

14. Ada suku Jawa, ada Sunda.

Tetap sehari hari membeli beras

Tak pernah Bapak memandang beda.

Walau berlain Agama, Suku, dan Ras

15. Kini merah warnanya gorden.

Dengan cat rumah biar cocok.

Mereka ingin bertemu Bapak Presiden.

Apalagi mereka yg tinggal jauh di pelosok.

16. Dielu-elukan oleh semua kalangan

Rakyat biasa juga kaum adat

Protokoler tidak jadi halangan

Tetap tersenyum menyapa masyarakat

17. Pak Presiden memang bijaksana

Membawa Indonesia semakin jaya

Tak kenal lelah beranjangsana

Itulah beliau, punya karakter dan budaya

18. Mendayung sampan menyeberangi kanal.

Pergi ke ladang menjelang pagi.

Bapak ke Padang di Hari Pers Nasional.

KIP dan Sertifikat tanah dibagi-bagi.

19. Ramai-ramai menonton karapan.

Melihat dekat tidaklah dapat.

Ada Program Keluarga Harapan.

Semua bantuan terasa manfaat

20. Pengganti lampu ambil lentera.

Kepada gelap janganlah takut.

Inshaa Allah rakyat akan sejahtera.

Jika program ini terus berlanjut.

21. Nampak Jam Gadang dari Biaro.

Capek berjalan duduk di gardu.

Ada Rohana Kudus ada Adinegoro.

Ada Rosihan Anwar dan Marthias Pandoe.

22. Ada Hatta, Natsir, Syahrir dan Tan Malaka

Juga ada M Yamin, Agus Salim dan Hamka

Mereka penulis dan Jurnalis terkemuka

Karyanya banyak dibaca dan disuka

23. Dapat ikan dijerat-jerat.

Pulang ke rumah menjelang Isya.

Itulah wartawan asal Sumatera Barat.

Beliau-beliau sangatlah berjasa.

24. Dari Bandung ke Sukabumi.

Rencana terus ke Sunda Kelapa.

Wartawan adalah mitra kami.

Tanpa wartawan kami taklah apa-apa.

25. Rencana menonton pertandingan final.

Menonton pemain yang punya talenta.

Jadilah wartawan seorang profesional.

Bertanggung jawab dan objektif dalam berita.

26. Kapal merapat menjelang senja.

Tali sauh memang sudah ditarik.

Jangan hadir di acara HPN saja.

Banyak lagi di Sumbar yang menarik.

27. Makan bersama “Makan Bajamba”.

Mungkin pertama baru berjumpa.

Banyak kuliner yang belum dicoba.

Mencicipi rendang janganlah lupa.

28. Ada legenda si “Malin Kundang”.

Pahami ceritanya secara jeli.

Dua rasa masakan Padang.

Terasa enak dan enak sekali.

29. Anak kucing dielus-elus.

Terkejut melompat si kucing belang.

Ada songket tenunannya halus.

Jangan lupa dibawa pulang.

30. Lagunya enak sijali-jali.

Lagu ini terasa abadi.

Banyak oleh-oleh bisa dibeli.

Tak ada uang, kartu kreditpun jadi.

31. Tangkapan terbawa, hanyalah udang.

Terasa nelayan nasibnya malang.

Habiskan dulu uang di Padang.

Barulah bergegas segera pulang.

32. Sudah tinggi rumput ilalang.

Lahannya luas kini terhampar.

Jangan buru-buru untuk pulang.

Kunjungi jugalah destinasi wisata di Sumbar.

33. Nampak lurus si pohon pinang.

Kesana terbangnya si kunang-kunang.

Selamat berjalan2 di Ranah Minang.

Semoga Sumbar selalu dikenang.

34. Dipesan semangkok bakso urat.

Bakso urat banyak diminati.

Datanglah lagi ke Sumatera Barat.

Kami tunggu dengan senang hati.

35. Kerongkongan sakit karena sariawan.

Minum susah apalagi makan.

Tetaplah jaya para wartawan.

Kritik membangun kami nantikan.

36. Tak ada ayam gorenglah sarden.

Ada di lemari pisau belati.

Selamat jalan Bapak Presiden.

Letih kamipun telah terobati.

37. Memang merah warnanya fanta.

Merah putih warna bendera.

Semoga selamat, sampai di Jakarta.

Melaksanakan kembali, tugas-tugas Negara.

38. Memang mirip si anak kembar.

Kemana pergi tak bisa dipisahkan

Do’a tulus kami masyarakat Sumbar.

Semoga Bapak tetap sukses, memimpin ke depan.

39. Dulu berbukit kinipun rata.

Tanah bukit kini diolah.

Beribu ma’af kami minta.

Kalau ada, kata yang salah.

40. Ambil penerang hidupkanlah suluh.

Untuk mencari sandal yang hilang.

Kami susun jari sepuluh.

Jangan luka dibawa pulang.

41. Di pantai Padang udaranya bersih

Gunung Padang nampak dari jauh.

Cukup sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top