Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

​Dua Mahasiswa yang Ditahan di Mesir Dipulangkan Saat Idul Adha

Dibaca : 781

Dua mahasiswa Indonesia yang ditahan di Kepolisian Aga, Provinsi Dhakaliyah, Mesir  Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis dijadwalkan untuk dipulangkan ke Indonesia tepat pada Hari Raya Idul Adha, 1 September 2017 ini.
Pada tanggal 30 Agustus 2017, KBRI Cairo menerima informasi dari Kantor Pusat Imigrasi Mesir bahwa Pemerintah Mesir menyetujui pemulangan kedua mahasiswa Indonesia yg ditahan itu ke Indonesia.

“Alhamdulillah kedua   Mahasiswa tersebut disetujui untuk dipulangkan dan Insya Allah mereka akan tiba di Tanah Air Sabtu (2/9) ini,” kata Dubes RI utk Mesir Helmy Fauzi, Kamis (31/8).

Sebelumnya, pada tanggal 27 Agustus 2017, bertempat di Istana Kepresidenan, Duta Besar RI Cairo telah bertemu dengan Penasehat Presiden Bidang Keamanan Nasional, Mr. Faiza Abou el-Naga. Pada kesempatan tersebut, selain membicarakan hubungan bilateral RI-Mesir, Duta Besar RI Cairo meminta perhatian dan bantuan Kantor Penasehat Presiden untuk dapat menyelesaikan kasus penahanan dua mahasiswa Universitas Al-Azhar asal Indonesia yang ditahan aparat keamanan Mesir sejak 1 Agustus 2017.

Setelah memperoleh konfirmasi deportasi tersebut, KBRI  segera melakukan perubahan/pemesanan tiket kembali untuk kepulangan kedua mahasiswa tsb dan mendapatkan jadwal penerbangan tercepat pada tanggal 1 September 2017 dengan rute sebagai berikut: 

CAIRO –  ABU DHABI

1 September 2017

EY 654

ETD 13:10 – ETA 18:55

ABU DHABI – SINGAPORE

1 September 2017

EY 470

ETD 22:15 – ETA 09:55 + 1

SINGAPORE – JAKARTA

2 September 2017

EY 8156

ETD 12:20 – ETA 13.10

Pada tanggal 29 Agustus 2017, Dwi Ria Latifa, istri Duta Besar RI Cairo didampingi oleh Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Cairo telah mengunjungi kedua mahasiswa Indonesia yang ditahan di Kantor Kepolisian Aga guna melihat langsung kondisi kedua WNI tersebut, meminta dan mengupayakan perlakuan yang layak dari aparat keamanan terhadap mereka selama berada di dalam tahanan, serta memberikan bantuan berupa pakaian, makanan dan kebutuhan sehari-hari. 

Pada kesempatan tersebut Dubes Helmy Fauzi sempat berbicara melalui telpon dengan kedua mahasiswa yg ditahan ini dan menanyakan kondisi kesehatan mereka. 

Kedua mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa mereka tidak pernah mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh aparat keamanan dan berada dalam keadaan sehat. (rls)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top