Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

​Awas, Virus Petya Sedang Mengincar Komputer Anda


Beberapa bulan lalu baru saja kita dikejutkan dengan serangan ransomware “Wannacry”, kali ini kita dikejutkan kembali dengan serangan siber yang mirip dengan ransomware tersebut dimana korban harus membayarkan sejumlah uang “bitcoin” untuk mendapatkan kunci dekripsi
Ransomware “Petya” dikabarkan telah menyebar begitu cepat dan menginfeski beberapa pengguna komputer di sebagian negara eropa seperti Rusia, Denmark, Ukraina, Spanyol, Prancis, Inggris serta India. Komputer yang menangani sistem perbankan, telekomunikasi dan jaringan listrik di sebagian negera seperti Rusia dan Ukraina di kabarkan menjadi korban keganasan malware ini hingga menyebabkan sistem lumpuh total.

Virus ‘Petya’ sangat berbahaya, karena akan me-reboot system dan membajak komputer, serta mengenkripsi tabel file master hard drive (master file table-MFT) dan membuat master boot record (MBR) tidak dapat dioperasikan, membatasi akses ke sistem penuh dengan menyita informasi tentang nama file, ukuran, dan lokasi pada disk fisik.

Baca Juga :  Mobil Innova Terjun ke Jurang, 2 Orang Tewas

Virus Malware Petya dapat menggantikan master boot record (MBR) komputer dengan kode berbahaya yang menampilkan pesan permintaan tebusan (ransom) dan membuat komputer tidak dapat melakukan booting.

Bagaimana cara agar komputer anda tidak ikut terinfeksi, berikut tipsnya:

1. “Petya” membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk dapat menginfeksi komputer . Komputer anda seperti melakukan proses “checking disk CHKDSK” padahal saat ini lah “Petya” mengenkripsi hard drive anda. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mematikan komputer dan segera ambil file-file penting anda dari komputer dengan LiveCD.

Baca Juga :  Pulang Kampung, Perantau Tungkar Disambut Siriah Carano

2. “Petya” memanfaatkan kelemahan pada Microsoft SMBv1 sama seperti “Wannacry” sehingga pencegahan dapat dilakukan dengan mengisntall patch MS17-010 atau menonaktifkan fungsi SMBv1. Anda tetap bisa menggunakan fungsi SMB pada Microsft Windows, dengan menggunakan SMBv2, SMBv3.

3. Update Signature antivirus/antimalware, beberapa produk antivirus dilaporkan telah dapat mendeteksi “Petya”.

4. Untuk administrator system pada jaringan network besar, pastikan Intrusion Prevention System (IPS) telah terupdate dengan signature terbaru dan lakukan monitoring pada port service 139/445 di firewall anda, lakukan pencegahan dengan mematikan service tersebut apabila terdapat aktivitas yang mencurigakan.

Baca Juga :  Tiga Hari Lebaran, Perantau Mulai Bergeser ke Riau

5. Gunakan system restore untuk mengembalikan komputer Anda jika ternyata terjangkit ransomware “Petya”

Untuk saat ini belum ada cara mengatasi komputer yang terkena malware ini, opsi terburuk adalah menginstal ulang komputer anda dengan asumsi anda telah mengambil file penting pada komputer anda. Hal yang terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan melakukan pencegahan malware tersebut.

Berani Komen Itu Baik


To Top