​Gempabumi Mentawai dan Padang, Dini Hari Tadi Murni Aktifitas Subduksi, Bukan Sesar Mentawai

Penulis -

Jumat, 1 September 2017 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Gempa Mentawai-Padang M 6,0 (update) dinihari tadi memiliki KEDALAMAN 59 km. Lokasi episenter gempa ini terletak di Samudra Hindia di bawah Cekungan Busur Muka (Fore Arc Basin) antara Kepulauan Mentawai dan Pantai Barat Sumatra.
Ditinjau dari kedalaman hiposenter 59 km dan mekanisme sumbernya yang berupa sesar naik (thrust fault), tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat AKTIVITAS SUBDUKSI LEMPENG Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona transisi Megathrust-Benioff. Juga zona transisi dari kedalaman dangkal ke kedalaman menengah. Sehingga dapat dijelaskan juga bahwa gempabumi ini tidak dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai, melainkan murni akibat aktivitas subduksi lempeng. 

Memang di zona cekungan busur muka, antara Mentawai dan daratan Sumatra terdapat struktur Sesar Mentawai, tetapi aktivitas gempa sesar ini dangkal kedalaman tidak lebih dari 20 km.

Peristiwa gempa ini menarik, karena episenternya relatif dekat dengan episenter gempa merusak Sumatra Barat pada 30 September 2009 berkekuatan M=7,6 yang menyebabkan lebih dari 1.000 orang meninggal dan ribuan lainnya menderita luka berat dan ringan. Pusat gempa pagi dini hari tadi hanya berjarak 66 km dari pusat gempa merusak 2009. Hanya saja lokasi episenter gempa 2009 lebih dekat ke daratan Sumatra dengan kekuatan yang lebih besar. 

Di zona ini juga pernah terjadi gempa dahsyat pada masa lalu, yaitu gempa merusak Sumatra Barat dan Kepulauan Mentawai pada 1833 (diperkirakan kekuatannya antara 8,8 hingga 9,0) yang memicu terjadinya tsunami dan melanda pesisir Padang hingga Bengkulu. Kerusakan akibat tsunami jg dilaporkan terjadi di Seychelles, negara kepulauan di Samudra Hindia.***

Daryono

Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG (eda)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB