Jakarta, Prokabar – Dedy Mizwar sudah pasti ditinggal PKS dalam pencalonan cagub dalam Pilkada Jabar. Padahal Sang Naga Bonar selama mendampingi Ahmad Heryawan tidak sedikit berbuat untuk PKS.
Hal tersebut terlontar dalam surat terbuka yang dikirim Fahri Hamzah kepada sahabat yang dia panggil Jie tersebut. Surat itu bermaksud menguatkan hati Demiz.
Berikut isi surat Fahri yang ditulisnya dari Mekkah :
DARI #MAKKAH KUTULIS KESAN UNTUK @deddy_mizwar
Jie, begitu aku memanggil Deddy Mizwar
Jie,
Aku ikut memikul beban dan memapah luka kata-kata nostalgia kita…Tapi kau hebat Jie, simpanlah apa yang memar di hatimu…aku ikut menanggung…lima tahun lalu tak jauh, takkan kulupakan malam-malam merayu mu menjadi bagian dari perjalanan… Jie,
Bisakah kita menolak apa yang telah menjadi rindu? Aku merindukanmu, karena kau meringankan diri dalam panggilan yang baik, kau hadir melengkapi kekurangan kami, kau ringan, kau baik, kau tak pernah tak nampak baik…kataku kau lugu… Jie,
Di film-film itu kau nampak hebat, kau nampak bisa memainkan semua peran, menjadi Naga Bonar atau kyai kampung juga politisi, tapi kataku kau lugu, dan tetaplah lugu Jie, tetaplah ringan, jangan berubah, jadilah apa yang telah kau ukir dalam perjalananmu… Dan pada malam,
Tak jauh dari ka’bah kita. Aku ingin mengirimkan suasana dingin kota suci ini, agar hatimu dingin Jie, janganlah menjadi panas atau memerah, jadilah yang bertahan dan setia, karena namamu telah ada dan menjelma menjadi kata-kata nostalgia.
Jie,
Kebaikan tak pernah boleh tidak diperjuangkan, maka bukalah ruang bagi kebaikan dalam setiap kemungkinan. Tapi, jadilah yang melihat politik dengan lebih ringan, tipu daya yang kita tertawakan….tertawalah Jie. Tertawakanlah lukamu..
Catatan:
Pilkada 5 tahun lalu PKS menggandeng @deddy_mizwar untuk mendampingi @aheryawan menjadi Pasangan Calon di Pilkada Jawa Barat. Sejak 5 tahun juga Demiz menunjukkan loyalitas mendampingi PKS berjuang menata Jawa Barat. Tapi sekarang berpisah. (Makkah, 10 Rabiul Akhir 1439).
Membaca surat itu, Dedy Mizwar, tak tinggal diam. Dia juga menulis surat untul Fahri di Instagram pribadinya. Surat itu tak kalah menyentuh dengan surat yang dikirim Fahri Hamzah.
Ini isi surat Dedy Mizwar
Dari Rancabentang,
Untuk Fahri Hamzah sahabatku
Dua kali aku membaca pesanmu, hanya menyisakan haru dalam rinai tangisku.
Lidahku kelu, dan meresapi tulisanmu membuat lelapku tiada kunjung tiba di malam yang lewat.
Fahri, telah menua diriku; demikianlah jua selayaknyalah adab mulia dariku pada semua harus selalu kudepankan.
Aku hanyalah pengembara kecil dalam gelap, kalianlah pelita-pelita pencerah itu.
Fahri, bukankah Tuhan telah mengabarkan bahwa dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka? dan bukankah Tuhan telah mengabarkan agar kita menjadi pribadi pemaaf, senantiasa menyuruh yang ma’ruf serta berpaling dari orang-orang yang bodoh?
Rinduku pada sahabat yang tengah bersujud dipelataran rumah Allah
Dimanapun posisiku dan posisimu kini kita tetap saling mendoakan.
Ditemani secangkir kopi hangat dalam dinginnya malam di utara Bandung ini, aku bisikkan kalimatNya agar ingatan kita selalu penuh kesadaran; seluruh yang ada di bumi itu fana, binasa. Dan tetap kekal wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Fahri, aku akan terus berjuang. Integritas adalah jiwaku..
Dedi Mizwar
















