Prokabar– Saya akan berbagi cerita yang berkesan dalam perjalanan singkat ke Jepang akhir minggu ini. Tentu saya berharap ada hal positif yang dapat diambil bersama.
Perjalanan saya kali ini sebetulnya dalam rangka liburan singkat bersama keluarga besar, tetapi saya menyempatkan diri untuk bertemu dan berdiskusi dengan Helena Goto, putri Hitoshi Goto, Gubernur Yamanashi Perfecture. Yamanashi Perfecture adalah wilayah administratif seperti provinsi di Indonesia yang membawahi Fuji dan sekitarnya.
Kami berjanji untuk bertemu makan malam di Gonpachi Restaurant daerah Roppongi Tokyo. Resturant ini sangat terkenal karena hampir semua celebrity dunia datang dan makan di sini, restaurant ini juga dipakai tempat syuting film The Kill Bill yang terkenal itu.
Tepat pukul 19.30 sampai di Gonpachi, saya melihat Helena sudah tiba terlebih dahulu dan menunggu di luar. Cuaca sangat dingin kurang lebih 5 derajat membuat saya ingin menikmati sebatang rokok sebelum masuk.
Menjadi perokok memang tersiksa di Jepang yang sangat “strickt” dengan aturan larangan merokok di area publik. Sambil bersalaman saya minta izin untuk merokok, Helena tertawa “ haha its ok, take your time pak dony”.
Kami mulai perbincangan ringan tentang Indonesia, Helena pernah tinggal selama 2 tahun di Indonesia dan menyelesaikan S2 di Universitas Indonesia, dia bercerita tentang naik ojek setiap hari ke kampus, terus terang membuat saya kagum dengan kerendahan hati beliau.
“Saya punya helm sendiri,” kata Helena dalam bahasa Indonesia ala Jepang. Selanjutnya Helena bercerita tentang kecintaanya pada Indonesia, dan akan ke Jakarta pada 19 Desember bersama orang tuanya.
“ Saya sudah tidak sabar untuk pulang ke Indonesia ” katanya. Sudah dua tahun tidak menginjakan kaki di Indonesia perasaan kangen membuat dia ingin cepat-cepat sampai di Indonesia.
Pertemuan kami kali ini rencananya membahas kerja sama bisnis medical tourism, Helena sedang mengembangkan wisata medical ke daerah Fuji dengan metode self healing dan relaksasi.
Saya berencana mendirikan perusahaan joint venture dan memasarkan produk ini. Tetapi yang menarik untuk saya bahas bukan masalah bisnisnya, tetapi hari ini saya bertemu dengan seorang anak pejabat yang sangat rendah hati, setelah tahu dia datang dari Kofu 2 jam perjalanan dengan kereta api seorang diri, dan kembali ke Kofu setelah pertemuan kami berakhir pukul 10.30.
Helena berumur 27 tahun, muda dan jelita, sulit membayangkan hal itu terjadi di negara saya, anak pejabat bisanya lebih pejabat dari orang tuanya. Semoga saja kita menjadi pribadi yang rendah hati dan menyadari jabatan itu adalah tanggung jawab, dan seberapa besar kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dari tanggung jawab yang kita emban.
(Donny Oskaria)
Artikel ini diambil prokabar.com dari grup WA yang dikirim penulis
















