Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

“Zulkarnaini, Pria Tua ‘Rabun’ Hidup Sebatangkara di Gubuk Reot”

Dibaca : 484

Pariaman, Prokabar – Zulkarnaini (64) dipanggil orang di kampung “Jun Tuak,” warga Korong Sungai Kalu, Kenagarian Kudu Ganting Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar. Hidup sebatangkara di gubuk reot. Ia Rabun.

Ditinggal istri dan anak-anaknya, sejak 2009, akibat rumah yang dimiliki hancur dilanda gempa dahsyat. Sang Istri pergi merantau membawa anak-anak, ke Kota Bingkuang. Mencoba mengadu nasib tanpa mengindahkan nasip suaminya yang sudah rabun tersebut.

Setelah ditinggal istri dan anak-anak, pria tua itu berusaha membangun gubuk seadanya, melalui bantu gotong royong masyarakat setempat.

” Saya hidup sendiri sejak 2009 lalu. Untuk kebutuhan sehari-hari saya bisa makan dari sawah ‘pusako’ yang diupahkan pada orang lain. Hasil dibagi tiga dengan petani penggarap sawah tersebut,” kata pria tua rabun itu.

Zulkarnaini kembali menuturkan, jika bulan Ramadhan datang, ‘Alhamdulillah’ rezeki bertambah dari perantau melalui zakat fitrah. Terutama menjelang lebaran.

Kehidupan yang dilalui saat ini penuh kesabaran dan keikhlasan. Setiap melakukan aktivitas di dalam dan di luar rumah, harus meraba-raba benda di sekitar. Rumah gelap saat malam, karena tidak ada aliran listrik. Teman setia yang dimiliki saat ini, hanya seekor kucing peliharaan.

Beni Susilo (40), salah seorang tokoh masyarakat sangat prihatin atas nasib Zulkarnaini.

“Saya dan masyarakat telah berusaha membantu dengan swadaya semampunya. Kami pun mencoba memasukan data beliau ke Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Padang Pariaman, namun hingga saat ini belum ada tanggapan positif,” kerang Beni. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top