Padang, prokabar – Tim Semen Padang FC akan menjalani laga berat di awal bulan puasa, saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan Liga 1, Sabtu (1/3) malam di Stadion H. Agus Salim Padang. Ini laga krusial bagi Kabau Sirah, karena posisinya masih rawan terjerembab kembali ke Zona degradasi.
Mau tak mau, menghadapi tim sesama promosi di Liga 1 musim ini, asuhan Eduardo Almeida harus bisa mengamnakan tiga angka. Sayangnya, dalam laga ini, SPFC harus kehilangan banyak pemain kunci untuk laga berat ini.
Setidaknya ada empat pemain yang bakal hilang dari line up SPFC, mereka adalah bek Melcior Majefat yang dapat kartu merah di laga sebelumnya. Hal sama dialami pemain asing Alhassan Wakaso. Sedangkan dua pemain asing lainnya Filipe Chaby dan Kim Min-Gyu mengalami cedera.
Saat ini, Semen Padang berada di peringkat 15 klasemen sementara, atau hanya satu strip diatas zona degradasi. Semen Padang hanya unggul head to head dan selisih gol atas Madura United dan unggul dua poin atas PSS Sleman dan Persis Solo. Makanya melawan PSBS Biak, adalah laga berlabel wajib menang bagi Rosad Setiawan dan kolega.
Dalam sesi jumpa pers jelang laga, Jumat (28/2), pelatih Eduardo Almeida mengatakan, sudah mempersiapkan tim dengan baik 3-4 hari terakhir. Para pemain pun siap melakoni pertandingan melawan Biak yang kick off nya dimulai pukul 21.00 WIB.
”Kami akan berjuang untuk target kami, yaitu tiga poin,” kata pelatih berpaspor Portugal itu..
Meskipun demikian, pertandingan melawan Biak bukan perkara mudah bagi tuan rumah. Semen Padang selalu kalah dalam tiga laga terakhir saat melawan tim Badai Pasifik itu. Pada putaran pertama Liga 1, Biak menang 3-2 walaupun sempat tertinggal dua gol oleh Semen Padang.
Sementara itu, pada dua kali pertandingan final di kompetisi Liga 2, Biak juga membungkam Semen Padang dengan agregat 6-0. Dua pertandingan tandang-kandang pada Maret 2024 itu sama-sama berakhir dengan kemenangan 3-0 bagi Biak.
Almeida menyebut, kekalahan pada pertandingan sebelumnya melawan Biak tidak bisa menjadi perbandingan karena timnya sekarang jauh berbeda dan banyak pemain baru. Pada bursa transfer paruh musim Liga 1, Semen Padang banyak merombak komposisi tim.
”Itu cerita lain dan pertandingan berbeda. Jadi, yang paling penting adalah mempersiapkan pertandingan besok. Kami tidak berpikir tentang masa lalu supaya tidak terjadi kembali,” ujarnya.
Menurut Almeida, pertandingan melawan Biak memang tidak akan mudah, apalagi klub tersebut juga butuh poin untuk mengamankan posisinya dari zona degradasi lebih awal. Walakin, Semen Padang main di kandang dan harus bisa melakukan segalanya untuk mendapatkan tiga poin.
Sementara itu, tim tamu PSBS Biak menegaskan tidak mau pulang dengan tangan hampa. Klub promosi yang mengangkat trofi juara Liga 2 di Stadion Haji Agus Salim musim lalu ini akan berjuang mencuri poin dari tuan rumah.
”Pertandingan besok penting bagi kami, apalagi sudah mendekati akhir kompetisi. Kami perlu mendapatkan poin sebanyak mungkin. Kami berjuang untuk mendapatkan tiga poin pada pertandingan besok,” kata Pelatih Kepala PSBS Biak Marcos Guillermo Samso.
Meskipun demikian, Samso tidak memandang remeh Semen Padang, apalagi tim ini sudah banyak berubah dibandingkan putaran kedua. Samso megetahui jelas cara Semen Padang bermain dan pertandingan Sabtu tidak akan berjalan dengan mudah bagi Biak.
PSBS Biak sekarang berada pada posisi ke-12 klasemen sementara Liga 1. Klub ini mengumpulkan 30 poin hasil dari delapan kemenangan, enam imbang, dan sepuluh kekalahan. Biak pun berjarak sembilan poin dari zona degradasi.(*)
















