Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Peristiwa

Yuliandre Darwis : Kisruh TVRI Jangan Pengaruhi Kinerja Karyawan

Jakarta, Prokabar – Kisruh yang terjadi di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI antara dewan pengawas dengan direksi yang berbuntut dipecatnya Direktur Utama TVRI Helmy Yahya mesti segera diselesaikan. Hal tersebut diperlukan agar seluruh pimpinan dan karyawan TVRI bisa bekerja dengan fokus dan tentram dalam menghadirkan program dan siaran yang sudah berkualitas bagi publik.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis berharap persoalan internal di jajaran pimpinan TVRI itu bisa segera dimediasi oleh DPR RI yang notabene memilih dewan pengawas. Jangan sampai mempengaruhi semangat perubahan yang sudah dilakukan TVRI.

“Kita harus akui bersama bahwa sejak dilakukan penilaian tahun 2018 lalu, TVRI sudah banyak berubah terutama dari sisi kualitas program dan siarannya. Dari penilaian yang dilakukan KPI bersama 12 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, TVRI dinyatakan sangat baik dari sisi konten. Nah, kita berharap persoalan internal pimpinan tidak sampai mengganggu konsentrasi teman-teman di TVRI dalam menghadirkan konten yang sudah bagus-bagus itu,” ujar Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis ketika ditanya wartawan dalam rangkaian kegiatan menghadiri penayangan film Mangga Muda, di XXI Transmart Padang, Jumat (24/1).

Yuliandre yang pernah menjabat Ketua KPI periode 2016-2019 itu menyatakan dirinya mendukung berbagai perubahan yang telah dilakukan TVRI demi kepentingan publik di tanah air lewat konten berkualitas yang dihadirkannya.

“KPI sangat mendukung semangat perubahan program dan siaran di TVRI. Misalnya, dari penilaian KPI bersama 12 PTN, TVRI memiliki indeks kualitas program siaran berita tertinggi mencapai 3,37,” jelas mantan Presiden KPI dunia IBRAF ini.

Jika dicermati lebih jauh, lanjut Yuliandre, program berita TVRI memperoleh indeks besar dari 3 untuk seluruh indikator. Indeks tertinggi untuk indikator keberagaman 3,46. Selanjutnya untuk program talkshow, TVRI juga memperoleh nilai indeks tertinggi.

“Bila dicermati berdasarkan indikator kualitas program talkshow TVRI dan RTV memperoleh indeks lebih dari 3 untuk seluruh indikator. Indeks indikator tertinggi TVRI ada pada indikator ‘tidak menghakimi’ 3,38,” beber tokoh milenial Sumbar yang akrab disapa Uda Andre ini.

Begitu juga program anak, kata Andre, pada survei periode III 2018 ada empat lembaga penyiaran yang telah mencapai indeks sesuai standar program berkualitas yang ditetapkan KPI. Kondisi ini lebih baik dari periode sebelumnya yang hanya dua. Penilaian tertinggi diperoleh TVRI dengan indeks 3,49.

Kualitas program anak TVRI memperoleh indeks tertinggi untuk seluruh indikator. Indikator tertinggi ‘tidak bermuatan pornografi’ yakni 3,57. “Untuk kualitas program acara religi, hasil survei memperlihatkan seluruh indikator memperoleh indeks di atas 3 dengan indeks tertinggi diperoleh MetroTV sebesar 3,27 diikuti tvOne 3,21 dan TVRI dengan indeks 3,20,” ungkapnya.

Lalu, program variety show, kata Andre,
menunjukkan bahwa meski banyak dari lembaga penyiaran mendapatkan indeks di bawah standar KPI, tapi ada yang telah mencapai standar indeks yang ditetapkan KPI, yakni TVRI sebesar 3,16.

Terkait metode penilaian, Andre mengatakan pihaknya melakukan Riset Indeks Kualitas bersama 12 PTN terhadap 120 informan ahli di 12 kota. “Pada riset periode III 2018 itu, seluruh kategori program yang dimiliki TVRI telah mencapai indeks kualitas standar KPI yakni di atas 3. Indeks tertinggi adalah program anak 3,49,” tambah pakar komunikasi ini.(rls)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top